- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Misyadi (42) warga Dusun Siwatu, Desa Cacaban Kidul Kecamatan Bener Purworejo, hanya bisa pasrah dengan penyakit yang dialaminya selama ini, sudah sekitar 8 tahun iya tidak bisa beranjak dari tempat tidur karena mengalami kelumpuhan akibat tulang belakangnya patah setelah terjatuh dari pohon aren setinggi 6 meter.

Kecelakaan itu terjadi ketika Misyadi berniat akan menyuling sari aren di kebun miliknya, sesampai di atas pohon yang bersangkuatan terpeleset dan terjatuh. Keluarga sempat membawanya ke RSUD Citro Wardoyo Purworejo.

“Dokter menyarankan saya di rujuk ke rumah sakit di Solo, namun karena keterbatasan biaya akhirnya saya hanya berobat tradisional melalui sangkal putung.”Kata Misyadi.Sabtu (1/9).

Dengan kondisi tubuh yang di alaminya, Misyadi mengaku beberpakali pernah menerima bantuan dari dinas sosial dan pemerintah Desa Cacaban Kidul.

ads

“Semenjak jatuh pada tahun 2010 hingga sekarang saya tidak berkerja,padahal saya menjadi tulang punggung untuk keluarga.” ungkap Misyadi dengan nada lirih.

Mengetahui kondisi Misyadi yang sangat memprihatinkan Danramil 13 Bener Kapten Infanteri Sutrisno bersama dengan Pembina Off Road Indonesia Harjhanto mengunjungi untuk memberi bantuan. Danramil juga mengajak kepada semua pihak untuk membantu meringankan beban yang di alami oleh Misyadi.

“Mudah mudahan banyak dermawan dermawan yang bisa membantu Misyadi sehingga akan meringankan beban hidupnya dalam kehidupan sehari hari.”tutur Danramil. (Daniel)