
Metro Times (Surabaya) – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga menyelenggarakan the 1st ICoHAP ( International Conference on Health Administration and Policy ) di Hotel Wyndham Surabaya, pada tanggal 1-2 September 2018. Dengan mengundang peserta dan pembicara baik dari kalangan nasional maupun internasional. Sabtu (1/9).
Kolonel drg. Bima Pramundita Sp.Prosto, mengatakan Conference International kali ini kami akan mengangkat topik yang bisa membumi di masyarakat. Kami ambil topiknya ‘Risk Management in Healthcare’ dimana permasalahan menajemen itu tidak hanya permasalahan klinis saja, mengelola layanan kesehatan masyarakat, yaitu Rumah Sakit, dan Puskesmas itu tidak masalah klinis saja, namun sekarang masalah manajemen pun sudah menjadi satu bagian tersendiri yang harus dipelajari, contoh : Dalam menajemen kesehatan ada pengelolaan masalah pembiayaan, BPJS yang sekarang di pasrahi untuk mengelola finansial layanan kesehatan masyarakat pun punya masalah.
Lanjut Kolonel Bima menjelaskan, kita tahu BPJS punya masalah aliran Cash Flow dananya, dia narik iurannya murah tapi outputnya adalah peserta BPJS Kesehatan dapat operasi jantung yang biayanya ratusan juta, nah itu kalau tidak dikelola dengan baik akan menjadi masalah tersendiri, masalah itu akan menimbulkan problem-problem yang bisa menghambat kemajuan layanan kesehatan.
“Beberapa sesi seminar yang dibahas yaitu tentang Kebijakan Manajemen Risiko pada Pelayanan Kesehatan, Manajemen Risiko Finansial pada Pelayanan Kesehatan, dan Manajemen Risiko pada Akreditasi Pelayanan Kesehatan. Selain itu, pada acara ini juga diselenggarakan workshop tentang Strategi Akreditasi Rumah Sakit tentang Program Pencegahan Resistensi Antimikroba dan Strategi akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama tentang cara meraih akreditasi Paeipurna,” kata Bima.
“WHO memperkirakan bahwa di negara maju, 1 dari 10 pasien dirugikan saat menerima perawatan di rumah sakit Faktor yang dapat mendasari terjadinya kesalahan saat menjalani perawatan adalah masalah komunikasi, aliran informasi yang tidak tersampaikan dengan baik, masalah terkait karyawan, pengetahuan karyawan maupun pasien, kebijakan dan prosedur yang tidak memadai maupun adanya kesalahan teknis,” ucapnya.
“Dengan diadakannya acara ini, peserta dapat memperoleh ilmu yang komprehensif tentang manajemen risiko sehingga potensi risiko pada pelayanan kesehatan dapat dievaluasi dan diukur potensi efek negatifnya. Peserta juga diharapkan dapat melakukan pengelolaan dan pemantauan secara spesifik terhadap risiko yang telah berhasil diidentifikasi,” imbuhnya.
“Dipilihnya narasumber dari Australia, Malaysia, dan Thailand, karena kita mengakui mereka memiliki tingkat layanan kesehatan lebih baik dari kita, mereka mempunyai satu sistem layanan kesehatan lebih baik. Sehingga harapan kami outputnya adalah adanya masukan untuk kebijakan masalah manajemen ini lebih ada perbandingan dengan negara-negara maju lainnya.
Apa positif di luar, apa yang bagus di luar, kita tarik, kita kondisikan dengan keadaan di Indonesia. Itu tujuannya sehingga masyarakat atau pun kami selaku sifitas akademika bisa mengkaji masalah-masalah ini dari sisi akademika, dari sisi ke ilmuan,” pungkas Kolonel Bima.
ICoHAP juga dihadiri oleh para pembicara yang ahli dalam dibidangnya, diantaranya adalah Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Deputi Direksi Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan, serta pembicara internasional dan nasional lainnya yang berpengalaman secara akademisi maupun praktisi di bidang manajemen risiko pelayanan kesehatan.
Sebagai tuan rumah, Walikota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini akan membuka acara dan membawakan Keynote Session dengan materi “Surabaya City Government Policy Regarding Quality Improvement in Healthcare Services”. (nald)




