Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum (Tengah) Saat Menyampaikan Materi dalam Kegiatan Penguatan Komite Sekolah untuk Mewujudkan Program Sekolah Penggerak di Wilayah Kota Semarang di Aula SMP Negeri 39 Semarang, Rabu (10/11).
- iklan atas berita -

METRO TIMES NEWSΒ SEMARANG – Komite Sekolah di seluruh satuan pendidikan di kota Semarang diharapkan bersiap-siap untuk melakukan pendampingan program Sekolah Penggerak yang akan direalisasikan pada tahun ajaran 2022/2023.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang ( DPKS ) Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum mengatakan Kemendikbud telah menetapkan kota Semarang sebagai sasaran program Sekolah Penggerak.
“Walikota Semarang Hendrar Prihadi sudah mensosialisasikan program ini, mari kita dukung bersama-sama program yang baik ini ,” kata Budiyanto dalam kegiatan Penguatan Komite Sekolah untuk mewujudkan program sekolah penggerak di wilayah kota Semarang yang berlangsung di aula SMP Negeri 39 Semarang, Rabu (10/11)

Dalam kegiatan yang diikuti para pengurus komite sekolah dari berbagai satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) di kota Semarang ini juga menampilkan nara sumber dari trainer Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah, Drs Slamet Trihartanto.
“Komite sekolah dengan fungsi kontrolnya sangat berperan dalam upaya mendorong satuan pendidikan untuk mensukseskan program Sekolah Penggerak yang dirancang untuk mengakselerasi pencapaian mutu pendidikan,” kata Slamet.

Menurutnya, dari proyeksi yang dilakukan didapat informasi bahwa potensi keberhasilan program Sekolah Penggerak hanya 16 persen, 31 persen layak dibatalkan ditengah jalan dan 53 persen hasilnya berkualitas buruk

Karena itu,ujarnya ,perlu disiapkan langkah antisipatif, inovatif dan kreatif semua pelaksana dan pemangku kebijakan, terutama komite sekolah harus maksimal dalam merealisasikan fungsi pendampingan dan kontrolnya agar potensi kegagalan semakin kecil.

Dia menambahkan, maksimalisasi peran komite sekolah bisa dimulai sejak awal tahun ajaran, bersama dengan kepala sekolah bermusyawarah menentukan target capaian prestasi peserta didik dan satuan pendidikan.

Kemudian, ujarnya, di akhir tahun ajaran direfleksi untuk mengetahui berbagai kekurangan dan diselebriti sebagai perwujudan rasa syukur atas prestasi atau keberhasilan yang dicapai.
“Jadi dengan adanya program Sekolah Penggerak ini komite sekolah diharapkan dapat lebih daya guna, karena harus meningkatkan fungsinya sebagai think tank, reflektor dan evaluator,” tuturnya (af).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini