
Metro Times (Purworejo) Achmad Munasir (28) korban pembunuhan yang ditemukan di pinggir saluran irigasi, tepatnya Dusun Watubelah, Desa Trirejo, Kecamatan Loano, dikenal tertutup dan tekun bekerja.
Salah satu tetangga korban Tukiran mengungkapkan, selama hidupnya pemuda lulusan SMK tersebut dikenal pendiam. Bahkan warga sekitar hampir tidak ada yang tau kegiatan sehari-hari korban.
“Dia sangat tertutup dan sangat jarang bergaul dengan teman-teman sebayanya,” ujarnya.
Sebagai pemuda yang hidup dilingkungan pedesaan Munasir panggilan akrab korban, sebagaimana pemuda lainya sering pergi kesawah dan membantu kedua orang tuanya jika musim panen dan menanam tiba. Bahkan untuk membiayayi hidupnya dirinya membuka usaha jualan pulsa dan warung klontong di rumah.
“Setau saya korban rajin bekerja, malah nyambi jualan pulsa dan buka warung. Bahkan tidak jarang memasak dan mencuci baju sendiri ketika dirumah,” imbuhnya.
Sehingga kabar pembunuhan yang menyebabkan Munasir tewas mengenaskan sengat mengagetkan warga sekitar. Dikarenakan sebelum peristiwa naas tersebut tidak ada kabar bahwa dirinya memiliki masalah di desa.
“Nggak tau kalau ada masalah, sama siapa juga nggak tau,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Juminatun (49) Kades Langenrejo, Kecamatan Butuh, selama dirinya menjabat kepala desa tidak pernah ada kasus yang menyangkut perilaku negatif korban. Karena korban sendiri tidak pernah melakukan hal-hal yang bermasalah di Desa.
“Nggak pernah bikin masalah, bahkan setau saya dia sering membantu orang tua di sawah,” tandasnya. (Daniel)





