- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Pasuruan) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat upaya pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kelautan dan perikanan agar mampu naik kelas dan meningkatkan daya saing. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dalam Rangka Mendukung UMKM Naik Kelas di Kota Pasuruan yang digelar di Aula Bandeng Jelak, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang diikuti 30 pelaku UMKM dan para penyuluh/pendamping ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), PT Dompet Anak Bangsa (GoTo/Gojek), serta Mirota Craft Center.

Acara diawali dengan laporan panitia oleh Katimja Seksi Usaha dan Investasi Bidang Pengolahan dan Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan DKP Jawa Timur, Febrina Estuningtyas, S.Pi. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pengolahan serta pemasaran hasil perikanan kepada 30 UMKM peserta.

ads

Setiap UMKM menerima bantuan berupa satu unit kompor gas dua tungku lengkap dengan regulator, satu buah wajan, satu buah baskom, serta satu unit QRIS Sound Box untuk mendukung transaksi digital.

Dalam paparannya, perwakilan Ditjen PDSPKP menjelaskan arah kebijakan nasional penguatan daya saing produk kelautan dan perikanan periode 2025–2029 yang berfokus pada peningkatan nilai tambah dan daya saing produk di pasar domestik maupun internasional. Program pemberdayaan UMKM dilakukan melalui pendampingan enam aspek usaha, yakni legalitas, produksi, keuangan, sumber daya manusia, pemasaran, dan operasional.

Melalui program UMKM Naik Kelas, pemerintah mendorong pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat legalitas, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Data Ditjen PDSPKP menunjukkan jumlah UMKM sektor kelautan dan perikanan yang telah terkurasi di Jawa Timur mencapai 158 UMKM. Dari jumlah tersebut, 156 telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), 127 memiliki Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), dan 108 telah mengantongi sertifikat halal.

Sementara itu, Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan memaparkan berbagai program pendampingan yang telah dilakukan untuk mendukung pelaku usaha perikanan. Berdasarkan data tahun 2025, produksi perikanan Kota Pasuruan mencapai 11.037 ton untuk sektor tangkap, 2.669 ton budidaya, dan 7.740 ton dari sektor pengolahan dan pemasaran.

Potensi perikanan Kota Pasuruan didominasi hasil tangkap berupa ikan tembang, gulamah, dan kembung, sedangkan sektor budidaya didominasi bandeng dan rumput laut. Hingga saat ini telah terbentuk 45 Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) yang menjadi motor pengembangan produk olahan perikanan di daerah tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Mirota Craft Center memberikan materi mengenai peluang pemasaran produk UMKM ke pasar modern. Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1980 tersebut membuka peluang kerja sama bagi UMKM melalui sistem konsinyasi dengan berbagai persyaratan, di antaranya legalitas produk, sertifikasi halal, masa kedaluwarsa yang jelas, serta kemasan yang menarik dan sesuai standar.

Sebagai tindak lanjut, tim Mirota Craft Center melakukan kurasi langsung terhadap produk-produk UMKM peserta. Hasilnya, sebanyak 17 dari 30 UMKM dinyatakan layak untuk dipasarkan melalui jaringan Mirota karena telah memenuhi berbagai persyaratan, seperti memiliki izin usaha, mencantumkan komposisi produk, informasi kedaluwarsa, serta kemasan yang menarik.

Sebanyak 17 UMKM yang lolos kurasi tersebut antara lain UMKM Jalak Rejo, Dzul Fadilah, Abah Kamil, Jelak Joyo Food, Mantap Goginang, Mak Nyus, Ngupang, Lempuk Krispi, 3 Putri, Mantap, Khoirun Nisak, Siti Khotima, Sugiarti, Dewi Mahmia, Sisca Emilya, Aminatun, dan Nita Arofah dengan berbagai produk unggulan seperti terasi udang, abon ikan, rengginang, kupang krispi, kukis patin, hingga teri krispi.

Sedangkan 13 UMKM lainnya masih memerlukan perbaikan dan pengembangan produk karena sebagian besar menghasilkan produk beku atau produk mentah yang belum sesuai dengan kebutuhan pasar modern. Mirota lebih memprioritaskan produk kering yang siap konsumsi.

Bagi UMKM yang berminat menjalin kerja sama dengan Mirota Craft Center, selanjutnya akan diberikan formulir data supplier yang dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan.

Selain aspek pemasaran, kegiatan ini juga memperkuat transformasi digital UMKM melalui kerja sama dengan Gojek. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi GoPay Merchant dan QRIS Sound Box untuk mendukung transaksi non-tunai.

Narasumber dari Gojek menjelaskan bahwa bergabung dalam ekosistem digital GoFood dan GoPay Merchant memberikan berbagai manfaat, mulai dari peningkatan visibilitas usaha, akses pelanggan yang lebih luas, pemantauan transaksi secara real time, hingga kemudahan mengelola promosi dan pembayaran digital.

Sebanyak 30 peserta mengikuti proses registrasi dan aktivasi akun GoPay Merchant. Dari jumlah tersebut, 27 peserta berhasil menyelesaikan aktivasi, sedangkan tiga peserta lainnya memerlukan perbaikan data identitas dan akan mendapatkan pendampingan lanjutan dari petugas Gojek bersama Dinas terkait.

Melalui kegiatan ini, DKP Jawa Timur berharap pelaku UMKM sektor kelautan dan perikanan di Kota Pasuruan dapat semakin berkembang, memiliki daya saing yang lebih kuat, memanfaatkan teknologi digital, serta mampu menembus pasar yang lebih luas sehingga benar-benar dapat naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Judul alternatif:

DKP Jatim Fasilitasi UMKM Perikanan Kota Pasuruan Naik Kelas, 17 Produk Lolos Kurasi Mirota

Perkuat Daya Saing UMKM Perikanan, DKP Jatim Salurkan Bantuan dan Dorong Digitalisasi Usaha

17 UMKM Kota Pasuruan Siap Masuk Pasar Modern, Hasil Bimtek UMKM Naik Kelas DKP Jatim

DKP Jatim Gandeng Mirota dan Gojek, UMKM Perikanan Pasuruan Didorong Tembus Pasar Lebih Luas

UMKM Perikanan Kota Pasuruan Naik Kelas, DKP Jatim Berikan Pendampingan hingga Akses Pemasaran Modern

(J Silaban)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!