- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Program Bupati Saba Desa Tahun 2018 episode 7 berlangsung di Desa Semawung Kecamatan Purworejo, Senin-Selasa (6-7/8). Sama seperti di lokasi-lokasi Saba Desa sebelumnya, Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM bersama Wakil Bupati Yuli Hastuti SH, Sekda Said Romadhon, para asisten Sekda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan Muspika Purworejo membaur dengan masyarakat dan melakukan serangkaian kegiatan. Kehadiran bupati yang juga diikuti sejumlah pimpinan badan usaha mendapat antusias luar biasa dari warga.

Sebelum tiba di Desa Semawung, bupati bersama rombongan menyempatkan mampir di desa atau kelurahan yang searah dengan desa tujuan, yakni Kelurahan Cangkrep Lor, Kelurahan Cangkrep Kidul, Kelurahan Kedungsari, dan Desa Wonoroto.

Masing-masing desa pun memanfaatkan kedatangan bupati untuk memamerkan beragam produk unggulan. Di Desa Wonoroto, bupati meresmikan penggunaan gedung PAUD Desa Wonoroto.

Suasana semarak tampak sejak rombongan tiba di Desa Semawung. Ratusan warga kompak berjajar di sepanjang jalan menuju balai desa setempat. Penyambutan makin meriah dengan iringan drum band siswa SDN Semawung dan pentas kuda lumping.

ads

Berbagai potensi unggulan, seperti kesenian tradisional, produk makanan lokal, serta kerajinan ditampilkan. Hingga akhir kegiatan, rombongan berinteraksi dengan warga. Mulai dari melakukan sarasehan dan dialog interaktif bersama bupati, bakti sosial penyerahan bantuan Baznas, hingga penyerahan penghargaan juara lomba gotong royong. Keakraban kian terjalin dengan jalan sehat bersama wakil bupati yang diikuti ratusan peserta, penanaman pohon di lokasi pembangunan embung, dan penebaran benih ikan di sungai setempat.

“Dengan datang langsung ke desa dan menyerap aspirasi seperti ini pemerintah kabupaten jadi lebih mengetahui potensi serta dukungan apa yang paling diperlukan desa,” kata Bupati Agus Bastian saat ditemui usai melakukan sarasehan dan dialog interaktif bertajuk strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dalam dialog interaktif diketahui bahwa Desa Semawung yang berpenduduk 2.194 jiwa dengan dataran yang subur dan strategis memiliki banyak potensi. Sebagian sedang dikembangkan, seperti BUMDes Kalimasada, wahana out bond, dan Pembangunan Embung  berukuran 60 x 30 meter. Selain membantu irigasi pertanian, embung yang ditargetkan selesai pada September 2018 itu juga akan dioptimalisasi menjadi destinasi wisata.

Bupati pun memacu dan memotivasi agar pemerintah desa bersama warga dapat kompak dalam mengembangkan BUMDes. Kuncinya antara lain jeli dalam melihat kebutuhan masyarakat dan potensi yang ada.

“Banyak potensi wisata disini. Saya juga berharap Semawung mampu menumbuhkan hasrat masyarakat membuat desa wisata yang saat ini sedang booming. Terlebih untuk menyongsong Tahun Kunjungan Wisata Romansa Purworejo 2020 dan hadirnya Bandara NYIA di Kulon Progo,” ungkap Bupati.

Kepala Desa Semawung, Samud Purnomo, menyebut bahwa sekitar 80 persen warganya merupakan petani. Adanya Embung Semawung yang juga menjadi ikon desa diyakini akan banyak berdampak positif bagi kesejahteraan warga.

“Keuntungan di bidang pertanian, air tadah hujan dari embung akan berfungsi mengairi sawah pada masa tanam 2 dan 3. Embung akan kita lengkapi dengan sarana wisata dan perikanan sehingga dapat menambah PAD,” sebutnya.

Menurut Samud, Semawung juga memiliki potensi mata air jernih yang dapat diolah dan dikomersilkan. Namun, saat ini belum menjadi konsentrasi pengembangan. Belum dilakukan uji laboratorium terhadap kandungan air. Hadirnya bupati bersama jajarannya pun membuat warga kian termotivasi untuk menggali potensi dan membangun desa. (Daniel)