
Metro Times (Magelang) Dinas PU SDA Taru Provinsi Jawa Tengah menggelar pembinaan masyarakat dalam rangka konservasi sumber daya air di Aula Kelurahan Panjang Kecamatan Magelang Tengah Kota Magelang, Rabu (19/8).
Dalam pembinaan ini terdapat tiga hal yang dibahas yakni pedoman mitigasi bencana banjir, kemudian pedoman pembentukan komunitas peduli sungai dan pedoman susur sungai.
Kepala Dinas PU SDA Taru Provinsi Jateng Eko Yuniarto melalui Kepala Bidang Sungai, Bendungan dan Pantai Dinas PU SDA Taru Provinsi Jateng Kunarto mengatakan, pembinaan ini untuk mengajak masyarakat untuk berperan serta dalam menangani Sumber Daya Air (SDA).
”Kegiatan ini dalam rangka mengajak berbagai unsur baik dari warga, dunia usaha, dunia pendidikan, dan media untuk menyukseskan KIS (Koordinasi, Interegrasi, Sinkronasi Sistem),” katanya kepada awak media.
Dia menjelaskan, KIS (Koordinasi, Interegrasi, Sinkronasi Sistem) adalah sistem koordinasi pengelolaan sumber daya yang terintregasi. Sistem ini agar masyarakat turut serta dalam menjaga konservasi sumber daya air.
”Kita galakkan pengelolaan SDA ini, karena kita lihat sendiri, saat ini kondisi sungai sudah begitu parah. Terdapat pencemaran industri dan limbah rumah tangga. Rasa hormat kepada sungai sudah hilang,” terangnya.
Kunarto menyebut, sungai adalah sumber air utama sehingga harus dirawat bersama. Bila air tidak dirawat dengan baik, bisa menimbulkan daya rusak air sedangkan semua makhluk hidup pasti membutuhkan air.
”Karenanya, dengan adanya pembinaan ini diharapkan keterlibatan peran serta masyarakat dalam kaitannya sebagai komunitas peduli sungai,” jelasnya.
Tambahnya, pentingnya peran serta komunitas peduli sungai dalam menjaga konservasi SDA, menjadi salah satu upaya memelihara kualitas serta kuantitas SDA.
”Sehingga fungsi SDA dapat terus berkelanjutan hingga generasi mendatang,” tutupnya. (rif)




