
MetroTimes(Sleman)-Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Sleman (DPUPKP) menetapkan target peningkatan serta pembangunan jalan sepanjang 11,799 kilometer pada tahun anggaran 2026. Program tersebut akan direalisasikan melalui 11 paket pekerjaan jalan dan tiga paket penggantian jembatan yang tersebar di sejumlah kapanewon di wilayah Sleman.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma’ruf, menjelaskan bahwa penanganan infrastruktur pada 2026 difokuskan pada ruas-ruas strategis yang memiliki peran penting sebagai jalur utama aktivitas masyarakat.
“Program penanganan jalan tahun 2026 diprioritaskan pada ruas-ruas yang mendukung mobilitas warga, sektor pendidikan, hingga kegiatan ekonomi. Kami berharap kualitas infrastruktur dapat semakin merata,” ungkap Fauzan beberapa waktu lalu.
Adapun ruas jalan yang direncanakan masuk dalam program peningkatan antara lain Krapyak–Wonosari, Ngawen–Kenteng, Sedogan–Sempu, Pugeran–Paingan, Donoasih–Ngemplak, Losari–Gayamharjo, Kenaran–Losari, Pundong–Klaci, Diro–Kwayuhan, Serut–Krikilan, serta Sanggrahan–Manukan.
Selain pekerjaan jalan, DPUPKP Sleman juga menjadwalkan penggantian tiga jembatan, yaitu Jembatan Tumut di Moyudan, Jembatan Nyamplung di Ngaglik, serta Jembatan Plosokerep di Cangkringan.
Fauzan menambahkan bahwa seluruh paket pekerjaan akan dilaksanakan secara bertahap, menyesuaikan dengan proses lelang serta kesiapan teknis di lapangan. Setiap kegiatan, kata dia, diawali dengan survei kondisi eksisting agar hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami memastikan setiap kegiatan diawali dengan survei kondisi eksisting agar hasil pekerjaan tepat sasaran dan berdaya guna dalam jangka panjang,” jelasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PUPKP Sleman, Sukarmin ST, MT, menegaskan bahwa program peningkatan dan pembangunan infrastruktur jalan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemantapan jalan kabupaten.
“Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan ini tidak hanya bertujuan memperlancar akses, tetapi juga meningkatkan keselamatan, kenyamanan pengguna jalan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Sleman,” ujar Sukarmin Rabu ,19/2/2026.
Dengan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan peningkatan kualitas layanan infrastruktur yang lebih merata, sekaligus mendukung aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah kapanewon.(JQ)




