- iklan atas berita -

Metro Times (Magelang) Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Magelang selama dua hari sejak Rabu siang hingga Jumat dini hari pukul 02.30 WIB, mengakibatkan tebing setinggi 20 meter longsor dan menutupi jalan raya Provinsi Jawa Tengah yang menghubungkan Kabupaten Purworejo – Magelang pada, Jumat (18/1/19) pagi.

Menurut keterangan saksi mata, Asrori (53) warga Desa setempat yang melihat kejadian itu mengemukakan, peristiwa itu terjadi pada jumat 18/1 sekitar 02.30 WIB dini hari, tebing setinggi 20 meter itu ambrol hingga menutupi jalan raya Purworejo – Magelang.

“Untuk matrial longsor yang menutupi jalan panjangnya sekitar 30 meter dan tinggian matrial sekitar 5 sampai 6 meter, akibat kejadian ini, jalan Magelang-Purworejo lumpuh total, tidak bisa dilewati oleh semua jenis kendaraan,” kata Asrori.

Dikatakannya, dampak dari longsor ini sebua mobil Bus yang terparkir di bengkel yang tidak jauh dari lokasi kacanya pecah akibat pergeseran tanah. selain Mobil, tiang listrik jugu ikut tumbang dan kabelnya pada putus.

ads

Sementara, Supranowo selaku Kabit kedaruratan BPBD Kabupaten Magelang mengungkapkan, pristiwa ini terjadi pada Jumat 18 Januari sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. yang diakibatkan hujan dengan intetitas tinggi selama dua hari sejak Rabu siang hingga Jumat 18 pagi.

“Akibat hujan itu, tebing setinggi sekitar 20 meter itu longsor, dan menutupi jalan Magelang-Purworejo sepanjang 30 meter dan tinggi matrialnya kurang lebih 5 sampai 6 meter,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk menyingkirkan matrial longsor, pihaknya bersama puluhan personil TNI-POLRI serta para relawan diterjunkan kelokasi dengan dibantu tiga alat berat, salah satu alat berat itu dari Kabupaten Purworejo, sementara dua alat berat lainya dari Magelang dan Provinsi Jateng.

“Untuk sementara ini baru ada 3 alat berat yang bekerja menyingkirkan matrial longsor, satu dari provinsi, dari Purworejo, dan dari Magelang sendiri, direncanakan satu alat berat lagi sedang dalam perjalanan yang dikirim oleh Kodim 0705 Magelang,” jelasnya.

Dari perstiwa ini tidak ada korban jiwa, namun beberapa bangunan rumah warga ada yang terkena dampak longsor, sementara untuk arus lalulintas lumpuh total. Menurutnya, melihat dari matrial longsor yang begitu tebal, jalan ini baru bisa dilewati kendaraan umum sekitar 1 sampai 2 hari kedepan.

“Bayangkan saja, matrial longsornya ini sangat tebal dan panjangnya 30 meter dengan ketebalan 5 sampai 6 meter, kita prediksi paling lama 1 hingga 2 hari sudah bisa dilewatin semua kendaraan, untuk sementara, kendaraan yang datang dari arah Purworejo ataupun Magelang kita dialihkan melalui jalan alternatif lainnya,” imbuhnya.

Disebutkanny, longsor juga terjadi dibeberapa titik di Kecamatan Salaman, namun yang paling parah adalah di jalan Magelang-Purworejo kilometer 22, Desa Mangklong RT 01 RW 01 Kecamatan Salaman Magelang ini.

“Untuk Kecamatan Salaman yang paling parah disini, longsor juga terjadi di Kecamatan Tempuran, cuma kalau di Tempuran tidak parah, hanya genteng pada atap rumah warga yang berterbangan dibawa Angin,” ucapnya.

Sementara itu, di lokasi longsor terlihat juga, Komandan Kodim 0705 Magelang, Letkol Inf Armed Kukuh Dwi Antono S.IP, bersama sejumlah personilnya. (Daniel)