- iklan atas berita -

Metro Times (Magelang) Akibat hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Magelang selama dua hari sejak Rabu siang hingga Jumat dini hari mengakibatkan tebing setinggi 20 meter longsor dan menutupi jalan raya Purworejo-Magelang pada, Jumat (18/1/19) sekitar pukul 02.30 WIB.

Longsor itu terjadi di kilometer 22, jalan Magelang-Purworejo, ikut Desa Mangklong, Kecamatan Samalan, Kabupaten Magelang pada Jumat sebuh, tebing setinggi 20 meter itu ambrol hingga menutupi ruas jalan raya Purworejo – Magelang sepanjang 30 meter dengan ketebalan matrial longsor 5 sampai 6 meter.

“Longsor ini terjadi disebabkan oleh hujan yang begitu lebat selama dua hari sejak Rabu siang hingga Jumat dini hari. sehingga tebing setinggi 20 meter tersebut ambrol dan menutupi Jalan Magelang-Purworejo sepanjang Kurang lebih 30, dan tinggi matrial longsor 5 sampai 6 meter,” kata Dandim 0705 Magelang, Letkol Inf Armed Kukuh Dwi Antono S.IP, saat ditemui metrotimes dilokasi, Jumat (18/1) pagi.

Untuk membantu percepatan pembersihkan matrial longsor, pihaknya telah menerjunkan puluhan personil Kodim dan 1 Unit alat berat bego ke lokasi dan bergabung dengan 3 Unit alat berat lainnya yang terlebih dahulu sudah tiba di lokasi.

ads

“Satu alat berat kita datangkan ke lokasi untuk menyingkirkan matrial longsor, serta sekitar 20 personil Kodim Magelang juga dari pagi sudah di lokasi, ini semua kita lakukan supaya segera bisa dilewati, karena ini jalan Provinsi kalau tidak cepat ditangani maka akan berdampak buruk bagi aktifitas ekonomi masyarakat yang menggunakan jalur ini,” ungkap Dandim.

Lanjut Dandim, akibat perstiwa ini jalur utama Magelang-Purworejo lumpuh total, semua kendaraan baik roda dua ataupun roda empat yang datang dari arah Purworejo ataupun Magelang terpaksa dialihkan melalui jalan alternatif lainnya.

Sementara itu, Supranowo selaku Kabit kedaruratan BPBD Kabupaten Magelang mengungkapkan, pristiwa ini terjadi pada Jumat 18 Januari sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. yang diakibatkan hujan dengan intetitas tinggi selama dua hari sejak Rabu siang hingga Jumat 18 pagi.

“Akibat hujan itu, tebing setinggi sekitar 20 meter itu longsor, dan menutupi jalan Magelang-Purworejo sepanjang 30 meter dan tinggi matrialnya kurang lebih 5 sampai 6 meter,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk menyingkirkan matrial longsor, pihaknya bersama TNI-POLRI serta para relawan telah dikerahkan kelokasi dengan dibantu tiga alat berat, salah satu alat berat itu dari Kabupaten Purworejo, sementara dua alat berat lainya dari Magelang dan Provinsi.

“Untuk sementara ini baru ada 3 alat berat yang bekerja menyingkirkan matrial longsor, satu dari provinsi, dari Purworejo, dan dari Magelang sendiri, direncanakan satu alat berat lagi sedang dalam perjalanan yang dikirim oleh Kodim 0705 Magelang,” jelasnya.

Dari perstiwa ini tidak ada korban jiwa, namun beberapa bangunan rumah warga ada yang terkena dampak longsor, sementara untuk arus lalulintas lumpuh total. lanjutnya, melihat dari matrial longsor yang begitu tebal, jalan ini baru bisa dilewati kendaraan umum sekitar 1 sampai 2 hari kedepan.

“Bayangkan saja, matrial longsornya ini sangat tebal, panjangnya 30 meter dengan ketebalan 5 sampai 6 meter, kita prediksi paling lama 1 hingga 2 hari sudah bisa dilewatin semua kendaraan, untuk sementara, kendaraan yang datang dari arah Purworejo ataupun Magelang kita alihkan melalui jalan alternatif lainnya,” imbuhnya.

Disebutkanny, longsor juga terjadi dibeberapa titik di Kecamatan Salaman, namun yang paling parah adalah di jalan Magelang-Purworejo kilometer 22, Desa Mangklong RT 01 RW 01 Kecamatan Salaman Magelang ini.

“Untuk Kecamatan Salaman yang paling parah disini, longsor juga terjadi di Kecamatan Tempuran, cuma kalau di Tempuran tidak parah, hanya genteng pada atap rumah warga yang berterbangan dibawa Angin,” ucapnya. (Daniel)