
MetroTimes (Jombang) – Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertema “Pengembangan Desa dan Komunitas Ramah Lingkungan dalam Rangka Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan dan Berbasis Lingkungan di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang” pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di SDN Marmoyo, Jombang, ini melibatkan 74 siswa, 11 guru dan tenaga kependidikan, Pemerintah Desa Marmoyo, serta mitra Sanggar Hijau.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya awal membangun budaya sekolah yang peduli lingkungan. Meskipun tema besar yang diusung berkaitan dengan penguatan sekolah menuju Adiwiyata, kegiatan ini tidak diarahkan untuk langsung mengejar status Adiwiyata. Fokus utamanya adalah membangun pembiasaan, mengenalkan praktik sederhana pengelolaan lingkungan, serta menyiapkan warga sekolah agar memiliki kesadaran awal dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Acara diawali dengan upacara bersama. Dalam sambutannya, Pak Edi selaku Kepala SDN Marmoyo menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi pembelajaran penting bagi siswa. “Kami berharap pembelajaran hari ini dapat menjadi awal pembiasaan bagi anak-anak dalam mengelola dan menjaga lingkungan sekolah,” ujarnya. Pesan serupa juga disampaikan oleh Kepala Desa Marmoyo, Bu Sudarwati, yang menekankan bahwa siswa di desa juga memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pelopor lingkungan. “Kami berharap anak-anak SDN Marmoyo, meskipun berada di desa, tidak kalah dengan sekolah-sekolah di kota dalam menjaga lingkungan,” tuturnya.
Setelah upacara, siswa mengikuti Senam Sampah Sayang sebagai pembuka kegiatan utama. Senam ini menjadi cara menyenangkan untuk mengenalkan pesan lingkungan kepada anak-anak. Melalui aktivitas fisik yang ringan dan interaktif, siswa diajak memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi plastik sekali pakai, dan memilah sampah sesuai jenisnya.
Koordinator Pengmas FEB UNAIR, Pak Novrys Suhardianto, SE., MSA., Ak., Ph.D., CA., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi untuk memperkuat kapasitas sekolah. “Kami ingin bersama-sama membantu SDN Marmoyo menjadi sekolah yang semakin baik, terutama dalam membangun budaya peduli lingkungan,” ungkapnya.
Kegiatan utama kemudian dilaksanakan melalui edukasi lingkungan, praktik taman, dan prakarya. Siswa dikenalkan pada konsep pengelolaan sampah, bank sampah, ecobrick, serta pemanfaatan kembali sampah plastik. Edukasi ini dikemas sesuai usia siswa agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah.
Kegiatan ini juga sejalan dengan keywords SDGs, khususnya SDGs 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan. Melalui penguatan komunitas sekolah ramah lingkungan, SDN Marmoyo diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga membangun karakter peduli lingkungan sejak dini.
Bu Shanti dari Sanggar Hijau turut menyampaikan harapan agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai acara satu hari. “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan sejak dini,” ujarnya. Kegiatan pengmas ini akan dilanjutkan dengan evaluasi pada Juli 2026 untuk melihat perkembangan pembiasaan lingkungan di sekolah.
(nald)





