Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Dampak, Jadwal, dan Fakta Ilmiah
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Dampak, Jadwal, dan Fakta Ilmiah
- iklan atas berita -

JAKARTA, 3 Maret 2026 — Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi fenomena langit paling dinanti di Indonesia tahun ini. Peristiwa yang terjadi saat fase purnama ini dapat diamati dari seluruh wilayah Tanah Air pada Selasa malam, dengan puncak totalitas berlangsung hampir satu jam apabila kondisi cuaca cerah.

Fenomena ini bukan hanya peristiwa visual yang menarik, tetapi juga momen penting bagi dunia astronomi dan edukasi publik. Sepanjang 2026, hanya gerhana inilah yang bisa diamati langsung dari Indonesia.

Apa yang Terjadi Saat Gerhana Bulan Total?

Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, dengan Bumi berada di tengah. Posisi ini menyebabkan Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

Secara astronomis, gerhana ini memiliki magnitudo 1,1526 dan nilai gamma −0,3765. Peristiwa tersebut termasuk dalam seri Saros 133 dan merupakan anggota ke-27 dari total 71 gerhana dalam siklus tersebut.

Mengapa Bulan Berwarna Merah?

Saat totalitas, Bulan tidak menghilang, melainkan berubah warna menjadi merah tembaga. Fenomena yang sering disebut blood moon ini terjadi akibat hamburan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.

ads

Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Nelly Florida Riama, menjelaskan proses tersebut.

“Cahaya biru lebih banyak tersebar oleh atmosfer, sedangkan cahaya merah diteruskan dan mencapai permukaan Bulan. Inilah yang membuat Bulan tampak kemerahan saat puncak gerhana,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Jadwal Lengkap Gerhana di Indonesia

BMKG mencatat fase gerhana mulai sekitar pukul 18.03 WIB dan berakhir sepenuhnya pada 21.24 WIB saat Bulan keluar dari bayangan penumbra.

Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 terjadi pada:

1. 18.33.39 WIB

2. 19.33.39 WITA

3. 20.33.39 WIT

Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menyebutkan durasi totalitas berlangsung hampir satu jam.

“Totalitas menjadi fase paling menarik karena Bulan sepenuhnya berada dalam umbra Bumi. Masyarakat bisa mengamati perubahan warna secara jelas jika langit tidak tertutup awan,” katanya.

Wilayah Terbaik Mengamati Gerhana

Seluruh Indonesia berkesempatan menyaksikan gerhana ini, namun fase awal yang terlihat berbeda di tiap wilayah.

Indonesia bagian timur memiliki peluang paling optimal karena dapat menyaksikan gerhana sejak fase penumbra awal. Di wilayah barat Indonesia, Bulan terbit saat totalitas telah berlangsung.

Kondisi ini menjadikan kawasan timur seperti Papua dan Maluku sebagai lokasi pengamatan yang relatif lebih lengkap.

Kaitan dengan Ramadan 1447 Hijriah

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 bertepatan dengan 13 Ramadan 1447 H. Dalam tradisi Islam, fenomena ini dikenal dengan istilah khusuf dan dianjurkan untuk melaksanakan salat gerhana.

Momentum ini menambah dimensi religius pada fenomena astronomi tersebut, karena terjadi di tengah bulan suci Ramadan.

Apakah Gerhana Berdampak pada Bumi?

Secara ilmiah, gerhana Bulan tidak membawa dampak signifikan terhadap kehidupan di Bumi. Tidak ada peningkatan risiko bencana maupun gangguan kesehatan akibat peristiwa ini.

BMKG menegaskan bahwa gerhana Bulan aman untuk diamati dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus.

“Berbeda dengan gerhana Matahari, gerhana Bulan tidak berbahaya bagi mata. Masyarakat dapat menyaksikannya langsung,” ujar Fachri.

Menanti Siklus Berikutnya

Gerhana dalam seri Saros 133 sebelumnya terjadi pada 21 Februari 2008 dan akan kembali berlangsung pada 13 Maret 2044. Artinya, fenomena serupa baru dapat disaksikan kembali hampir dua dekade mendatang.

Dengan durasi totalitas hampir satu jam, visibilitas luas di Indonesia, serta momentum Ramadan, Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi peristiwa astronomi paling penting tahun ini di Tanah Air.

Masyarakat diimbau memilih lokasi terbuka dengan minim polusi cahaya untuk pengalaman pengamatan terbaik.

Berita Lainya :