- iklan atas berita -

Metro Times (Surabaya) — Berjumpa dengan teman lama, tentu membangkitkan banyak kenangan. Apalagi jika telah berpuluh tahun tak bersua. Pasti akan banyak sekali yang akan diomongkan.

Itulah yang dirasakan pada momen reuni. Hal itu pula yang dirasakan paraΒ  oma-oma usia 70 tahun keatas, alumni SMA Katolik Santa Maria Surabaya angkatan 1963 – 1965.

Alumni SMA Katolik Santa Maria Surabaya yang masih energi, bersama-sama merayakan Tahun Baru 2020 dalam acara Temu Kangen Penuh Haru di Graha Mahameru Surabaya. Jum’at (14/2).

“Reuni dari mantan murid-murid SMA Katolik Santa Maria yang sudah berlangsung beberapa puluh tahun yang lalu, itu membuat kita, apabila bertemu menjadi sangat berbahagia dan sangat rukun dan damai,” ungkap Prof. Dr. Diany Yogiantoro.

Lanjut Prof. Diany menjelaskan, kita mengenang masa lalu dari SMA Santa Maria, karena pada waktu itu kita sekolah di SMA Santa Maria itu guru-guru kita orang-orang Belanda. Jadi disiplinnya kuat sekali, sehingga rata-rata kami disekolahkan orang tua kami di SMA Santa Maria karena disiplinnya kuat. Sehingga akan menimbulkan tanggung jawab di segala hal.

Menurut Prof. Dr. Diany Yogiantoro, kumpul bersama menjadi agenda wajib tiap tahun. Terlebih jika ada rekan mereka dari luar kota atau bahkan luar negeri yang datang.

“Meski acara temu kangen itu terbilang sederhana, namun perasaan bahagia yang terpancar dari sinar mata mereka, menjadi sesuatu yang begitu bernilai,” kata Prof. Diany.

E. Sie Giok Swan mengatakan, kita sangat bersyukur masih bisa dikasik umur panjang, untuk bertemu dengan teman-teman lama yang juga sudah berusia lanjut. Ada yang lebih tua dari kita, ada yang lebih muda dari kita. Supaya kita ini bisa mengingat masa lalu, jadi kita mengadakan reuni. Reuni ini semua atas prakasanya Prof. Dr. Diany. Dia yang menggerakkan kita, kita terus terang sudah usia lanjut, jadi gerak dan kegesitan kita sudah tidak seperti dulu lagi.

“Kita juga memaklumi kalau mereka tidak bisa hadir seperti yang kita harapkan 100% hadir,” imbuhnya.

Agnes Eryatno sebagai seksi acara mengatakan, kita bisa berkaca kepada senior, untuk generasi penerus SMA Katolik Santa Maria . Jadi biarpun sudah sepuh, sudah usia rata-rata 70 tahun, tetapi semangatnya masih menggebu, energik, walaupun ada yang sudah pakai tongkat, ada yang sudah operasi lututnya tapi masih semangat demi kita bernostalgia untuk alumnus SMA Santa Maria.

“Saya berharap Menteri Pendidikan yang baru, untuk bisa membuat anak-anak para siswa itu dapat kreatif lagi. Sehingga mereka bisa menciptakan peluang kerja mereka sendiri,” pungkasnya. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini