METRO TIMES ( Ambon ) Komisi II DPRD Provinsi dalam rapatnya dengan mitra merasa tidak di hargai oleh pihak PLN kususnya PLN Buru Namlea karena di undang namun tidak bisa menghadiri undangan Komisi.

Hal ini di sampaikan oleh Asis Hentihu pada wartawan di Ambon usai rapat, ( 10/3/2022 ) Komisi, Hentihu katakan”
Sangat penting, dan sangat
Substansial untuk mencakapkan kondisi yang ada di Maluku, sehingga di anggap penting lewat pimpinan komisi lewat pimpinan dewan pihaknya mengundang untuk datang sayangnya PLN tidak datang. Ungkap Hentihu

Lanjut Hentihu” dalam pertemuan yang di gelar Komisi II merupakan hal yang sangat penting terkait pelayanan PLN pada masyarakat terlebih Kusus pada hari – hari besar keagamaan seperti pada bulan suci Ramadan dan juga Natalan.

Di ketahui pada kali – kali lalu angka pemadamannya sangat tinggi, padahal itu ada pada hari raya keagamaan, ini terjadi di Kota Namlea Pulau Buru. Tutur Hentihu

Hal ini terjadi sudah cukup lama, bahkan sejak Hentihu masih menjadi Anggota DPRD Kabupaten, berbagai dalih yang di buat pihak PLN, dengan berbagai alasan, yakni selalu beralasan kondisi alam, bahkan hewan, ini alasan yang tepat yang sering di buat guna berdalih dari kenyataan.

Bahkan ada alasan saat di tanyai bahwa ada pembenahan instalasi, padahal alasan itu hanya ada pada hari – hari raya keagamaan seperti pada bulan suci Ramadan, ini hal yang tidak rasional untuk di buat jadi alasan.

Sementara masalah BBM tidak menjadi masalah karena itu sudah di antisipasi dari sebelumnya masuk pada perayaan hari raya seperti Natalan, sehingga persediaan BBM itu sudah teratasi, dan itu nyata saat Hentihu masih menjadi anggota DPRD Kabupaten.

Akibat kesal dengan ketidak hadiran ya pihak PLN kususnya PLN Namlea, maka Hentihu berikan pernyataan sikap tegas bahwa jika yang ke tiga kalinya diundang namun tidak hadir lagi maka pihak Komisi mempunyai kewenangan akan mengambil sikap tegas. Pungkasnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini