- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo melarang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) begadang sebelum pemungutan suara digelar pada 14 Februari 2024 mendatang. Hal itu untuk menjaga agar kondisi tubuh mereka prima saat melaksanakan tugas.

Komisioner KPU Purworejo, Abdul Azis meminta para ketua KPPS berkoordinasi dan berbagi peran dengan pasukan Linmas di desa masing-masing, terutama terkait keamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Jangan sampai petugas KPPS kerja Ngedur dari sore sampai pagi, lalu sampai sore dan lanjut sampai pagi lagi. Kondisi fisik harus di jaga. Untuk keamanan logistik di TPS serahkan kepada Personel Linmas di desa masing-masing,” kata Azis, Kamis (8/2/2024).

Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM ini mengutarakan bahwa kesiapan penyelenggara pemungutan suara di Purworejo sudah hampir mencapai 100 persen. Seluruh anggota KPPS di daerah ini telah dilantik dan sudah menjalani bimbingan teknis.

Mereka akan terus dilatih agar pemungutan hingga rekapitulasi suara pada 14 Februari nanti berjalan lancar.

ads

“Anggaran pelaksanan Pemilu di setiap TPS pun sudah kita berikan. Kami berupaya maksimal dari persiapan penyelenggara hingga penyelenggaraanya nanti agar berjalan lancar,” imbuhnya.

Ia pun mengingatkan seluruh anggota KPPS bekerja profesional dan menjaga netralitas mereka sebagai penyelenggara. Sejak awal pihaknya juga sudah mewanti-wanti bahwa setiap anggota KPPS bukanlah bagian dari tim sukses dari peserta Pemilu.

Azis menambahkan, intensitas hujan di Purworejo sejak akhir Januari hingga hari ini masih cukup tinggi. KPU sudah melakukan upaya mitigasi bencana pelaksanaan Pemilu daerah-daerah rawan banjir serta longsor.

KPU juga sudah melakukan pemetaan terhadap desa-desa yang berisiko tinggi terjadi banjir serta longsor. Dari hasil pemetaan yang dilakukan tercatat sebanyak 99 desa memiliki kerawanan cukup tinggi terhadap potensi bencana tersebut.

“Untuk banjir ada beberapa desa di wilayah Kecamatan Bayan, Butuh, Ngombol, Purwodadi. Sedangkan desa dengan potensi longsor berada di wilayah Kecamatan Kaligesing, Bruno, Bener serta Pituruh,” bebernya.

Guna mencegah kemungkinan buruk terjadi saat banjir KPU sudah berkoordiansi dengan stakeholders terkait seperti BPBD, TNI serta Polri. Penyelenggara adhoq di tingkat kecamatan pun diimbau berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan wilayah masing-masing.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!