Metro Times (Purworejo) Sebanyak 375 siswa SMA Negeri 1 Purworejo (Smansa) menjalani Wisuda Purnasiswa Kelas XII yang digelar oleh Paguyuban Orang Tua Siswa di aula sekolah setempat, Selasa (10/5). Dari jumlah itu, lulusan yang diterima melalui jalur SNMPTN meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Prosesi Wisuda Purnasiswa dilakukan oleh Kepala SMAN 1 Puworejo Nur Aziz MPd BI didampingi empat wakil kepala dengan mengalungkan samir kepada masing-masing perwakilan kelas sebanyak tiga siswa yakni ketua, sekretaris, dan bendahara. Acara dihadiri Ketua Paguyuban Muda Ganesha (MG) Drs Dwi Wahyu Atmaji MPA dan Ketua Komite Sekolah Drs Pram Prasetya Achmad MM.

Pada acara itu juga dilakukan penobatkan Student of The Year kepada Rima Arviysa Natania Putri, siswa kelas XII MIPA 8 pemilik segudang prestasi dan kegiatan. Dua di antaranya Juara 1 Sayembara Penulisan Cerpen Sains Peringat Antarbangsa dan menjadi ketua umum Duta Literasi tahun 2020/2021.

Pram Prasetya Achmad menyebut, Wisuda Purnasiswa Kelas XII diinisiasi dan digelar oleh paguyuban orang tua siswa melalui komite. Kegiatan dikonsep sederhana tetapi tetap berkesan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Semua hadirin wajib memakai masker dari awal hingga akhir acara. Peserta juga diukur suhu menggunakan thermo gun sekaligus cuci tangan di tempat yang disediakan,” sebutnya.

Nur Azis mengatakan, tahun ini jumlah siswa yang diterima melalui jalur SNMPTN meningkat tajam. Bahkan, SMAN 1 Purworejo meraih peringkat 1 tingkat Cabang Dinas Wilayah 8 untuk jumlah siswa yang diterima SNMPTN.

“Selain itu selama setahun terakhir banyak prestasi yang dicapai di berbagai even,” katanya.

Nur Aziz berharap capaian UTBK akan terus meningkat. Tahun 2021 SMAN 1 menduduki peringkat 55 nasional dari ribuan SMA se-Indonesia.

Pada kesempatan itu dilakukan pula pengukuhan MG 2022 oleh Ketua Paguyuban MG Dwi Wahyu Atmaji. Ia menyampaikan cerita saat masih menjadi siswa di Smansa.

“Menjadi alumni harus bangga karena Smansa didirikan oleh pejuang,” tegasnya.

Dwi Wahyu Atmaji berpesan agar semua yang punya seribu alasan untuk berhasil agar jangan berbangga diri. Bagi semua yang punya seribu satu alasan untuk gagal agar jangan berkecil hati karena akan ada jalan untuk berhasil.

Pihaknya juga meminta para orang tua untuk terus mendorong kegiatan siswa supaya melek teknologi informasi dan menguasai bahasa asing.

“Jangan larut dalam kekecewaan. Contohnya teman saya dulu berkali-kali gagal menempuh jalur kuliah sampai akhirnya berhasil,” tandasnya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini