- iklan atas berita -

Metro Times (Semarang) Akibat kemarau yang berkepanjangan menyebabkan hektaran lahan habis terbakar di kawasan Gunung Kelir, Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang pada, Kamis (6/9/18)sore.

Diduga kebakaran itu terjadi akibat adanya percikan api dari gesekan batu-batuan yang terjatuh dari atas gunung. semula api itu kecil namun pada pukul 17.00 wib api mulai membesar ditambah anginnya begitu kencang di sekitar lokasi.

“Kebakaran itu terjadi pada, Kamis (6/9) sore, sekitar pukul 17.00 wib, namun pada pukul 15.00 wib, warga sudah mulai berdatangan untuk melihat api, namun masih kecil,  Dalam sekejap, api semakin membesar dan membakar tumbuhan yang mulai mengering. Warga kemudian berupaya memadamkan api, sebagian ada yang memberitahukan kepada warga sekitar maupun perangkat Desa Wirogomo dan diteruskan kepada Camat Banyubiru maupun Polsek Banyubiru,” terang M Dasirun (46) dan Saryanto (55) keduanya warga Wirogomo, Kecamatan Banyubiru kepada metrotimes, Jumat (7/9) siang.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Wiwogomo Slamet S menyatakan, bahwa diduga penyebab utama kebakaran di lahan du Gunung Kelir tersebut karena faktor alam. Banyaknya tumbuhan yang mulai mengering, iklim yang panas serta tiupan angin yang kencang diduga menjadi penyebab cepatnya api membesar dan menjalar. Hingga Kamis (6/9) malam bahkan sampai Jumat (7/9) pagi, api masih terlihat membakar lahan yang luasnya mencapai puluhan hektar itu.

“Kami mendapat laporan warga pada Kamis (6/9) sore, jika terlihat lahan di kawasan Gunung Kelir terbakar. Hingga malam hari bahkan sampai Jumat (7/9) pagi, api masih nampak membakar tumbuhan yang mengering dan api sudah menjalar. Selain itu, karena pengaruh musim kemarau ini serta adanya gesekan batu-batu yang terjatuh maupun kencangnya angin yang bertiup. Untuk pemadaman, hingga Jumat (7/9) ini belum dapat dilakukan, pasalnya lokasi lahan tersebut berada jauh dengan pemukiman warga,” tandasnya.

ads

Pantauan tim metrotimes dari Desa Wirogomo banyak warga maupun relawan yang akab berusaha mendekati lahan yang terbakar. Selain itu Babinsa Jambu juga ikut membantu warga sekitar. Mereka berusaha melakukan pemadaman dengan perawalatn seadanya, pasalnya jika dibiarkan maka kebakaran akan semakin meluas dan merembet ke lahan yang lain. Untuk merembet ke rumah warga, tidak mungkin terjadi karena jarak rumah warga dengan lahan yang terbakar sangat jauh. (Dn/nr)