- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Mantan finalis Akademi Fantasi Indosiar (AFI), Kartika Putri atau yang akrab disapa Nia AFI, kini dikenal sebagai mompreneur dan beauty entrepreneur yang aktif mendorong pemberdayaan perempuan melalui bisnis kecantikan halal.

Nia menceritakan perjalanannya yang dimulai sejak 2016, ketika ia memutuskan resign dari pekerjaan kantoran untuk fokus menjadi ibu rumah tangga. “Waktu itu saya benar-benar full di rumah, 24 jam ngurus anak. Tapi karena saya sudah terbiasa mencari penghasilan, saya merasa perlu melakukan sesuatu yang produktif dari rumah,” ujar Nia.

Kecintaannya pada dunia kecantikan membawanya bertemu peluang bisnis yang sesuai passion. “Saya suka make-up, suka perawatan diri, akhirnya alhamdulillah ketemu peluang ini. Saya ingin semua perempuan di luar sana juga bisa punya penghasilan dan tetap produktif, tanpa harus meninggalkan rumah,” tambahnya.

ads

Melalui brand Oriflame, Nia tidak hanya menjual produk kecantikan, tetapi juga membagikan ilmu dan sistem bisnis berbasis syariah. “Kalau biasanya produk kecantikan kita beli tapi tidak menghasilkan apa-apa, di sini saya sharing ke teman-teman supaya bisa menghasilkan. Produk yang kita jual harus 100% halal, dan sistem bisnisnya pun harus syariah supaya berkah,” tegasnya.

Dalam timnya, Nia memberdayakan perempuan dari beragam latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, guru, karyawan, banker, hingga profesional yang mencari penghasilan tambahan. “Semua punya peluang yang sama untuk sukses. Bonus berdasarkan omzet yang dikumpulkan, bukan karena siapa yang duluan bergabung,” jelasnya.

Nia menekankan pentingnya label halal pada produk kecantikan demi kenyamanan konsumen. “Itu wajib, karena produk yang kita pakai menempel di tubuh kita. Di Indonesia, pasar kosmetik halal sangat besar, bahkan Indonesia menduduki peringkat pertama untuk modest fashion di Asia,” ujarnya.

Produk-produk yang dipasarkan tim Nia telah bersertifikat halal sejak 2022 dan beberapa kali meraih penghargaan top halal award. Pasarnya pun terus berkembang, khususnya di Jawa Timur. “Setiap hari orang jualan skincare dan kosmetik di marketplace, jadi pasarnya memang luas,” katanya.

Sebagai seorang istri dan ibu, Nia juga berbagi mimpinya untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak. “Saya ingin anak-anak punya fondasi iman, akhlak, dan adab yang kuat. Harapannya setiap tahun mereka bisa umroh, dan sekolah sampai ke Madinah. Ini perlu kerjasama antara suami istri, jadi kita juga harus punya second income,” tuturnya.

Ke depan, Nia ingin semakin banyak perempuan bisa mandiri secara finansial melalui bisnis ini. “Setiap orang punya target dan goals masing-masing. Saya ingin tim saya berkembang, dan mereka bisa merasakan manfaat yang sama seperti saya,” pungkasnya.

(nald)