- iklan atas berita -

Metro Times (Semarang) Miris akibat banyaknya perkara pernikahan dini, baik yang tinggal di perkotaan maupun pedesaan. Atas berbagai persoalan tersebut, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Desa Ngajara, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang Tahun 2019 adakan “Penyuluhan dan Edukasi Masyarakat terkait Pernikahan Dini” yang dilaksanakan di balai dusun Nalirojo, pada Selasa (5/2/2019) kemarin.

Dalam acara itu menghadirkan narasumber Dosen BK UPGRIS, Padmi Dhyah Yulianti, SPsi, MPsi. Sedangkan acaranya dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor 4 UPGRIS, Ir. Suwarno Widodo MSi. Dengan jumlah peserta mencapai 30 peserta yang terdiri dari masing-masing dusun yang ada di desa Ngajaran, dan 6 kepala dusun Desa Ngajaran.

Ketua Panitia acara dari mahasiswa KKN UPGRIS, Roswita, mengatakan, acara tersebut disuguhkan, dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi warga desa. Khususnya, warga masyarakat dapat memahami permasalahan pernikahan dini dan kedepan dapat mengurangi tingkat pernikahan dini yang ada di Desa Ngajaran. Pihaknya mengaku, senang karena acaranya mendapat respon positif dari warga, dan mendapat dukungan dari Kepala Desa Ngajaran.

“Dengan adanya penyuluhan ini harapannya angka pernikahan dini di Desa Ngajaran bisa berkurang karena resikonya sangat besar,” kata Roswita, didampingi Umi Falikha, kepada wartawan, Kamis (7/2/2019).

ads

Kepala Desa Ngajaran, Yoso Prayitno, mengaku senang dengan acara tersebut. Dikatakannya, acara demikian biasanya dilakukan di dinas, namun kali ini dapat dilakukan langsung di lapangan dan dihadiri oleh remaja-remaja di Desa Ngajaran.

Menurutnya, pernikahan dini menjadi salah satu masalah yang cukup penting bagi remaja. Apalagi di era saat ini, sudah banyak terjadi pasangan muda berani melaksanakan pernikahan pada usia dini, padahal hal itu dapat mengalami beberapa problematika dalam pernikahannya kelak, ketika dipaksakan dilangsungkan.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak karena ide-ide dari mahasiswa KKN UPGRIS 2019 yang telah berkontribusi terhadap desa kami,” ujarnya. (jon/dnl)