
MetroTimes (Surabaya) – Inovasi teknologi kembali lahir dari Universitas Widya Kartika (UWIKA). Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Ahmad Sayadi, berhasil mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu klasifikasi status stunting pada balita sekaligus memberikan rekomendasi pola makan sesuai kebutuhan gizi.
Penelitian yang berjudul “Klasifikasi Stunting Beserta Penerapan Food Combining pada Balita di Desa Sendang Dajah” ini menjadi salah satu kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital.
Stunting hingga kini masih menjadi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak. Proses pemantauan status gizi yang masih dilakukan secara manual dinilai membutuhkan waktu lebih lama, rentan terhadap kesalahan pengolahan data, serta memperlambat pengambilan keputusan.
Berangkat dari permasalahan tersebut, Ahmad Sayadi merancang sistem berbasis web yang memanfaatkan algoritma Support Vector Machine (SVM) dalam proses klasifikasi status stunting. Sistem ini mengolah data balita, seperti usia, jenis kelamin, tinggi badan, dan berat badan untuk menghasilkan klasifikasi secara cepat dan akurat.
Selain mendeteksi status stunting, sistem juga memiliki keunggulan dengan memberikan rekomendasi food combining atau pola kombinasi makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi balita. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat membantu orang tua maupun tenaga kesehatan dalam menyusun menu makanan yang lebih seimbang sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Melalui penerapan teknologi machine learning, sistem yang dikembangkan mampu mempercepat proses klasifikasi, meningkatkan akurasi analisis data, serta dapat diakses melalui platform berbasis web sehingga lebih mudah digunakan oleh berbagai pihak.
Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pendeteksi dini, tetapi juga menjadi media pendukung pengambilan keputusan dalam penanganan stunting. Dengan adanya rekomendasi gizi yang dihasilkan sistem, pengguna memperoleh solusi yang lebih komprehensif dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak.
Penelitian tersebut disusun di bawah bimbingan Robby Kurniawan Budhi, S.Kom., M.Kom. selaku Dosen Pembimbing I dan Yonatan Widianto, S.Kom., M.Kom. sebagai Dosen Pembimbing II.
Karya Ahmad Sayadi menjadi bukti bahwa mahasiswa UWIKA tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam bidang kesehatan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi efektif untuk mendukung program pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis digital.
Melalui inovasi tersebut, Universitas Widya Kartika terus mendorong lahirnya karya-karya mahasiswa yang berdampak bagi masyarakat serta mendukung pengembangan teknologi yang aplikatif dalam menjawab berbagai persoalan nasional.
(nald)




