- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Mahasiswa FTMM Universitas Airlangga kembali mengukir prestasi membanggakan pada kancah akademik tingkat internasional. Nauval Syahferi, mahasiswa Teknologi Sains Data angkatan 2022 berhasil menembus program pertukaran pelajar menuju Jeonbuk National University di negara Korea Selatan. Mahasiswa FTMM ini memanfaatkan skema mobilitas bernama UNAIR Student Outbound Mobility EQUITY.

Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama LPDP mendanai secara optimal rangkaian kegiatan akademik tersebut. Pemuda ini memperoleh kesempatan emas untuk meningkatkan wawasan global sekaligus memperluas jaringan pertemanan antar negara.

Nuval Berkesempatan Mengembangkan Kompetensi Akademik dan Perspektif Global.

Pemuda asal Kota Batam ini mengikuti kegiatan perkuliahan penuh waktu selama satu semester yang sangat berharga. Mahasiswa FTMM tersebut mengambil kelas bahasa Korea dasar untuk membantu komunikasi harian bersama warga lokal.

ads

Di samping itu, ia juga mempelajari masyarakat Korea kontemporer melalui perkembangan teknologi yang sangat pesat. Di samping itu, ia memutuskan untuk tetap fokus menyusun skripsi penelitiannya tanpa menunda waktu kelulusan sarjana kelak. Oleh karena itu, ritme belajarnya sangat padat karena harus menyeimbangkan antara kuliah dan riset mandiri.

Sementara itu, Nauval menemukan banyak hal menarik dari interaksi bersama para pelajar internasional berbagai benua.

Mahasiswa FTMM ini menjalin pertemanan erat dengan mahasiswa asal lokal Korea Selatan, China, Uzbekistan, Kolombia, hingga Ukraina. Bahkan, ia bisa melihat langsung etos kerja keras mereka saat mempersiapkan tugas demi tugas kampus. Sebagai hasilnya, semangat kompetitif para mahasiswa asing tersebut memacu motivasinya untuk ikut belajar secara ambisius. Tentu saja, pertukaran budaya antar bangsa ini memberikan pengalaman hidup yang sangat berharga bagi dirinya.

Dari Gegar Budaya Sampai Perjuangan Akademik

Lebih lanjut, program akademik ini berlangsung bertepatan dengan momen suci bulan puasa Ramadan tahun ini. Mahasiswa FTMM harus merayakan Ramadan sebagai kelompok minoritas yang menghadapi banyak sekali tantangan adaptasi baru. Meskipun demikian, ia rela berjalan kaki selama satu jam demi mencapai satu-satunya masjid kota Jeonju.

Mahasiswa FTMM rutin melaksanakan salat tarawih dan berbuka puasa bersama saudara sesama muslim di sana. Pada akhirnya, keberagaman etnis dan ragam bahasa para jemaah masjid justru memperkaya pengalaman spiritual pribadinya.

Sering kali, ia menghadapi benturan waktu antara jadwal kelas kampus dan waktu masuk salat fardu. Mahasiswa FTMM harus bergegas pulang menuju asrama demi mengejar waktu ibadah yang sangat singkat tersebut. Sejalan dengan itu, ia juga kesulitan mencari tempat makan halal ketika waktu sahur maupun berbuka. Oleh sebab itu, pemuda ini mengandalkan aplikasi khusus pemindai komposisi makanan untuk memastikan kehalalan produk. Mahasiswa FTMM sering kali menyantap nasi instan dan camilan rumput laut saat sahur telah tiba.

Perjalanan akademik luar biasa ini menorehkan kenangan manis dan membentuk pola pikir yang baru.

Mahasiswa FTMM sukses merasakan langsung sistem pendidikan maju dan budaya masyarakat Korea yang sangat disiplin. Tidak hanya itu, cuaca dingin ekstrem sering membuat ia merasa lebih cepat lapar saat berpuasa.

Nauval bertekad keras meraih beasiswa lanjutan untuk menempuh pendidikan pascasarjana di negara berhawa dingin tersebut. Mahasiswa FTMM membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih impian besar dalam kancah pergaulan global.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!