- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Semangat berbagi dan kepedulian sosial mewarnai pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya atau Mudipat. Pada perayaan kurban tahun 2026 ini, sekolah tersebut menyembelih 10 ekor sapi dan 22 ekor kambing yang didistribusikan kepada masyarakat serta berbagai lembaga sosial dan keagamaan.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Ustadz Edy Susanto, M.Pd.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Ustadz Edy Susanto, M.Pd., mengatakan, total perolehan hewan kurban tahun ini mencapai 11 ekor sapi dan 65 ekor kambing. Namun, satu ekor sapi diserahkan kepada Lazismu PWM untuk program rendangmu.

“Idul Kurban tahun ini, 2026, SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya menyembelih 10 sapi dan 22 kambing. Perolehannya itu sebenarnya 11 sapi dan 65 kambing. Ada satu sapi yang kami serahkan ke Lazismu PWM untuk program rendangmu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain disembelih di lingkungan sekolah, sebagian hewan kurban juga didistribusikan ke berbagai lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA), sekolah Muhammadiyah, masjid, mushola, hingga daerah lain di luar Surabaya.

ads

“Distribusinya tidak hanya di Surabaya, tetapi juga ke Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Tuban, dan Jombang,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan kurban di Mudipat mendapat dukungan besar dari guru, karyawan, orang tua siswa, hingga para murid. Bentuk partisipasinya pun beragam, mulai dari berkurban satu ekor sapi, satu kambing, hingga patungan tujuh anak untuk satu sapi.

“Ada juga infak latihan dari anak-anak. Jadi banyak cara yang dilakukan untuk melatih mereka belajar berkurban dan berbagi,” katanya.

Dalam pendistribusian daging kurban, Mudipat menyiapkan sekitar 1.800 kantong daging dengan berat masing-masing satu kilogram. Paket tersebut dibagikan kepada warga kurang mampu di sekitar sekolah dan masyarakat yang telah terdata.

“Kami sudah punya data warga sekitar yang membutuhkan. Data itu selalu diperbarui bersama RT, RW, dan pihak terkait, sehingga bantuan bisa tepat sasaran,” ungkap Edy.

Selain kepada masyarakat sekitar, daging kurban juga dibagikan kepada guru, karyawan, dan sejumlah pihak lain yang membutuhkan.

Edy menambahkan, momentum Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa, khususnya dalam menanamkan nilai ketauhidan dan kepedulian sosial.

“Makna kurban yang utama adalah penanaman tauhid, mengesakan Allah. Selain itu juga melatih kepekaan sosial dan kepedulian kepada sesama, baik kepada tetangga, saudara, maupun masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!