
MetroTimes (Surabaya) — Pameran Buku Tiongkok Keliling Asia Tenggara 2025 resmi digelar di Universitas Widya Kartika (UWIKA) Surabaya, menghadirkan pesona lintas budaya yang mempererat hubungan antara masyarakat Tiongkok dan Indonesia. Acara ini menjadi momentum penting dalam diplomasi kebudayaan kedua negara, sekaligus memperkaya wawasan akademik mahasiswa melalui literasi dan seni.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Direktur China Museum for Fujian–Taiwan Kinship, Bapak Shen Wenfeng, serta Wakil Rektor Universitas Widya Kartika, Bapak Robby Kurniawan Budhi, S.Kom., M.Kom., yang masing-masing menyampaikan sambutan. Sekitar 100 peserta hadir dalam acara tersebut, termasuk perwakilan dari Lembaga Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (LKPBT) Jawa Timur, organisasi masyarakat Tionghoa, serta dosen dan mahasiswa UWIKA.
Tema: “Bersama Aroma Buku, Wayang Menyampaikan Rasa”
Pameran tahun ini mengusung tema “Bersama Aroma Buku, Wayang Menyampaikan Rasa”, yang terbagi menjadi tiga zona utama: penerbitan buku, karya kreatif budaya (cultural creative), dan warisan budaya takbenda.
Sebanyak 150 jenis buku pilihan ditampilkan, mencakup tema pembangunan Tiongkok, peringatan 80 tahun kemenangan Perang Dunia II, budaya tradisional Tiongkok, serta buku ajar bahasa Mandarin. Selain itu, dipamerkan pula 100 jenis produk budaya kreatif seperti seni gunting kertas, produk bergaya tradisional, serta karya khas Provinsi Fujian.
Zona warisan budaya takbenda menjadi daya tarik utama dengan hadirnya wayang tangan dan wayang tali khas Fujian, yang menggambarkan nilai historis dan filosofi masyarakat Minnan.
Memperkenalkan Persahabatan Fujian–Taiwan
Dalam sambutannya, Bapak Shen Wenfeng menjelaskan bahwa pameran kali ini juga menampilkan bagian khusus bertajuk “Pameran Internasional Keliling Seni Wayang Fujian–Taiwan”, untuk memperkenalkan akar budaya Minnan serta persaudaraan antara Fujian dan Taiwan.
“Kami ingin agar seni wayang Minnan kembali bersinar di Surabaya — tanah yang memiliki akar kuat komunitas Fujian perantauan. Kami berharap budaya dapat menjadi jembatan yang memperdalam pertukaran peradaban antara Tiongkok dan Indonesia, serta menjadi ‘jembatan kerinduan’ bagi masyarakat Tionghoa perantauan,” ujar Shen Wenfeng.
Ia juga menambahkan bahwa Museum Fujian–Taiwan Kinship turut memamerkan buku silsilah leluhur yang mencatat perjalanan migrasi masyarakat Fujian hingga ke luar negeri, termasuk Indonesia, sebagai bukti eratnya hubungan sejarah antarwilayah.
UWIKA sebagai Mitra Strategis Budaya dan Pendidikan
Sementara itu, Wakil Rektor UWIKA, Bapak Robby Kurniawan Budhi, S.Kom., M.Kom., menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan internasional tersebut.
“Kami merasa sangat terhormat dapat menjadi tuan rumah kegiatan ini. Pameran ini tidak hanya memperluas pengetahuan mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah memperkenalkan budaya Tiongkok dan memperkuat hubungan internasional. Kami yakin kegiatan ini akan membawa manfaat besar, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten Manajer Umum Xiamen International Book Company Limited, Bapak Xiong Liguo, dan Wakil Rektor UWIKA menandatangani perjanjian kerja sama, disertai penyerahan buku secara simbolis kepada pihak universitas.
Kerja sama tersebut mencakup bidang pelestarian budaya Tiongkok di luar negeri, pendidikan bahasa Mandarin internasional, dan perdagangan penerbitan. Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antarperwakilan lembaga.
Dukung Visi UWIKA sebagai “Trilingual University”
Dalam wawancara bersama media, Robby Kurniawan menjelaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi UWIKA sebagai Trilingual University.
“Melalui kolaborasi ini, koleksi dari Museum Fujian–Taiwan Kinship akan disimpan di kampus kami. Masyarakat Surabaya, termasuk pelajar dan mahasiswa, dapat mempelajari langsung kebudayaan Tiongkok yang masuk ke Indonesia,” jelasnya.
Ia menambahkan, pameran kali ini menampilkan berbagai karya seni seperti wayang golek khas Fujian, kipas tradisional, serta buku-buku sejarah dan kebudayaan Tiongkok yang memperkaya pengetahuan publik.
Momentum 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia–Tiongkok
Pameran ini juga bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok dan Hari Museum Nasional Indonesia. Shen Wenfeng menilai momen ini sebagai kesempatan penting untuk memperkuat hubungan antarbangsa melalui kebudayaan dan pendidikan.
Langkah Lanjutan
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak berkomitmen melanjutkan kolaborasi di bidang pendidikan, pertukaran budaya, dan kegiatan riset bersama, guna memperkenalkan budaya Fujian–Taiwan secara lebih luas kepada masyarakat Indonesia.
Pameran Buku Tiongkok Keliling Asia Tenggara 2025 diselenggarakan oleh Asosiasi Distribusi Buku dan Majalah Tiongkok, bekerja sama dengan Komite Pengelola Kawasan Uji Coba Perdagangan Bebas Tiongkok (Fujian) Zona Xiamen, serta Xiamen International Book Company Limited. Selain di Indonesia, pameran ini juga digelar serentak di Thailand.
(nald)










