
Metrotimes, (Purworejo)-Seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan pemerintah Kabupaten Purworejo meraih penghargaan Besteam Award dari Yayasan Dompet Dhuafa. Hal itu lantaran kepeduliannya membina anak yatim dan piatu yang mengalami kesulitan ekonomi di daerah ini.
Adalah Yan Budi Nugroho seorang PPPK di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo. Sudah 8 tahun lamanya Yan memberikan perhatian serius kepada anak-anak yatim dari keluarga kurang mampu.
Perhatian itu diberikan dengan menyalurkan bantuan dari kaum-kaum dermawan kepada anak-anak yang sebagian besar masih menempuh pendidikan tersebut. Saat ini sudah sebanyak 35 anak yatim menerima manfaat dari kerja sosial yang dilakukan.
Aksi sosial yang dilakukan mantan guru honorer di SD Negeri Tridadi Purworejo iyu mendapat perhatian dari Bupati Purworejo, Yuli Hastuti. Pada Jumat (24/7/2026) bupati mengundangnya untuk hadir di Pendopo Rumah Dinas. Pada kesempatan itu bupati bersama Baznas menyalurkan santunan berupa uang tunai serta sembako.
Selain bupati, budi baik yang ia lakukan sejak 2018 itu juga mendapat perhatian dari Yayasan Dompet Dhuafa. Pada Minggu (26/7/2026) ia diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan Besteam Award Dompet Dhuafa tahun 2026.
Bupati pada kesempatan itu mengutarakan bahwa dirinya sudah mengetahui sejak lama perihal kerja sosial yang dilakukan oleh Yan Budi Nugraha. Sudah beberapa kali berniat mengundang untuk berikan apresiasi dan perhatian namun belum berkesempatan karena kesibukan dinas. Begitu ada waktu luang Yuli pun berkoordinasi dengan Baznas untuk memberikan santunan.
“Jadi ini mengalir saja, beberapa waktu lalu datang minta izin untuk ke Jakarta katanya untuk menerima penghargaan. Kebetulan waktu saya luang jadi langsung saya undang ke pendopo bersama beberapa perwakilan anak Yatim,” ucap bupati.
Yuli Hastuti memuji kerja sosial yang dilakukan pria dari Kecamatan Loano Purworejo itu. Bupati tak mengira pegawainya bisa melakukan kebaikan bagi banyak anak yatim secara konsisten.
“Ini patut dicontoh, dan mudah-mudahan penghargaan dari Dompet Dhuafa itu nanti bisa membuatnya lebih termotivasi lagi,” ucap bupati lagi.
Yan Budi pada kesempatan itu menceritakan bahwa kegiatan sosial itu bermula saat ayahnya meninggal dunia. Saat itu ia masih bekerja sebagai guru honorer di SD Negeri Tridadi. Kala itu ia tergerak hatinya karena melihat semangat seorang anak didiknya yang sudah tidak memiliki ayah. Ia benar-benar paham betapa sulitnya seorang anak saat sang ayah sudah tiada.
“Awalnya saya bantu dengan uang pribadi, dari uang sendiri 500 rupiah secara konsisten. Dari situ terus berjalan dan muncul ide untuk membantu anak-anak yatim yang lain di wilayah Loano. Semua mengalir secara alami dan alhamdulillah selalu ada jalan bagi mereka. Kegiata” katanya.
Seiring berjalan waktu anak Yatim binaanya terus bertambah dan aksi sosial yang dilakukan itu semakin banyak dikenal orang. Saat ini anak binaan Yan sudah mencapai 35 orang yang semua masih menempuh pendidikan dari SD, SMP, MTs hingga SMA.
“Alhamdulillah selalu saja ada orang-orang baik yang menitipkan bantuan untuk anak-anak binaan saya. Ada simpatisan ada juga satu orang yang saat ini sudah menjadi donatur tetap. Beliau orang Sumatera Barat yang setiap bulan selalu mentransfer bantuan,” katanya.
Untuk mempermudah penyaluran bantuan ia saat ini sudah membuka warung anak yatim. Bagi anak-anak yatim binaannya bisa mengambil barang kebutuhan secara gratis di warung tersebut.
Yan berharap warung ini berkembang dan terus memberi manfaat kepada anak-anak yang membutuhkan.(toyib)





