
Metro Times (Purworejo) Puluhan pengendara roda dua dan roda empat diganjar surat Tilang oleh petugas Satlantas Polres Purworejo dalam razia kendaraan yang berlangsung di halaman kantor Unit Laka Satlantas, Kamis (4/10) sore. Pelanggaran lalu lintas (Lalin) didominasi oleh pengendara sepeda motor yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Dalam razia yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas, AKP Nyi Ayu Fitria Facha SH, para pelanggar juga mendapatkan sosialisasi berkendara secara tertib.
- “Pelanggaran paling banyak pengendara tidak memiliki SIM,” kata AKP Nyi Ayu.
AKP Nyi Ayu menyebutkan pentingnya melengkapi surat-surat saat berkendara. Selain sebagai identitas, SIM menjadi bukti bahwa pengendara tersebut telah memenuhi syarat dan mampu untuk berkendara di jalan raya.
- “Karena saat membuat SIM yang bersangkutan akan melalui ujian, baik secara teori maupun praktik, sehingga tahu aturan-aturan berkendara demi menjaga keselamatan,” sebutnya.
Pihaknya juga menegaskan pentingnya menggunakan kelengkapan berkendara sesuai standar. Sebagai contoh melengkapi kendaraan dengan spion, menggunakan ban berukuran standar, dan memakai pelindung kepala atau helm SNI.
- “Kita lihat masih ada yang belum menggunakan helm SNI,” ungkapnya.
Labih lanjut AKP Nyi Ayu menjelaskan bahwa razia kendaraan disecara secara rutin untuk menekan angka kecelakaan Lalin. Tindakan Tilang kepada pelanggar diharapkan dapat memberi efek jera dan pelanggar dan mematuhi aturan Lalin.
- “Ini semua demi masyarakat,” lanjutnya.
Lebih lanjut pihaknya menyatakan bahwa selain melalui peninandakan dengan razia, upaya penurunan angka kecelakaan juga rutin dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada berbagai kalangan, khsusunya generasi muda dan pelajar. Upaya itu pun efektif dan membuahkan hasil. Terbukti, angka kecelakaan dalam beberapa bulan terus menurun.
Berdasarkan anev, selama bulan September terdapat 35 kejadian kecelakaan. Dari jumlah itu sebanyak 11 korban meninggal dunia, luka ringan 38, dan nihil luka berat.
- “Dibandingkan bulan sebelumnya menurun. Kita terus melakukan upaya upaya preemtif dan prefentif dengan memberikan sosialisasi,” jelasnya.
Sosialisasi juga dilakukan lebih intensif kepada para pelajar melalui program PKS dan Polisi Cilik (Pocil) di sekolah masing-masing.
- “Ini semakin banyak sekolah yang memiliki PKS dan Pocil. Sebelumnya hanya sekolah-sekolah di wilayah perkotaan, tapi sekarang yang di luar perkotaan sudah meminta untuk pembinaan,” terangnya. (Daniel)




