- iklan atas berita -

MAETROTIMES ( Ambon ) TNI AL-Kodaeral IX (13/8/2026).
Komandan Satuan Pertahanan Pantai (Dansathantai) Kodaeral IX, Kolonel Laut (P) Frejhon Da Costa menghadiri Simulasi Keadaan Darurat di atas KMP Wayangan yang berlangsung di Pelabuhan Galala, Ambon, Maluku pada Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon tersebut, merupakan langkah proaktif untuk meningkatkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan kecepatan respons seluruh pemangku kepentingan maritim dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat, kecelakaan, maupun situasi kritis di kapal penyeberangan.

Dalam simulasi, peserta mempraktikkan sejumlah skenario kedaruratan, antara lain penanganan kebakaran di atas kapal, evakuasi dan penyelamatan korban cedera, prosedur meninggalkan kapal (abandon ship), serta penyelamatan korban jatuh ke laut (man overboard).

Simulasi tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Plt. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon, Kepala KSOP Kelas I Ambon, perwakilan Distrik Navigasi Maluku, Polairud Polda Maluku, Balai Karantina Kesehatan Maluku, PT Jasa Raharja, dan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku.

Kehadiran Kodaeral IX dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen TNI Angkatan Laut untuk memperkuat sinergi dengan seluruh instansi maritim dalam mendukung keamanan dan keselamatan pelayaran, khususnya bagi masyarakat pengguna jasa transportasi laut di wilayah perairan Ambon dan sekitarnya.

ads

Dalam kesempatan tersebut, Dansathantai Kodaeral IX mewakili Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., menyampaikan bahwa simulasi keadaan darurat memiliki nilai strategis bagi wilayah Maluku yang karakteristik geografisnya sebagai provinsi kepulauan menjadikan transportasi laut sebagai salah satu sarana utama mobilitas masyarakat.

“Kesiapsiagaan dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan mutlak diperlukan untuk memastikan setiap potensi keadaan darurat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur, sehingga keselamatan jiwa pengguna jasa pelayaran dapat terjamin,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh kru kapal dan personel instansi terkait semakin terlatih dalam menghadapi situasi darurat sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Selain meningkatkan kemampuan respons lanjutnya, simulasi juga diharapkan semakin memperkuat koordinasi lintas instansi dalam mewujudkan keselamatan pelayaran serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut di wilayah kepulauan Maluku. (@Dispen Kodaeral IX).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!