- iklan atas berita -

Metrotimes (Purworejo) – Pemerintah Kabupaten Purworejo mendorong para kader Posyandu menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Selain kesehatan kader Posyandu diharapkan bisa melaksanakan pelayanan dibidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, trantibumlinmas serta pelayanan sosial.

Sebanyak 207 kader Posyandu dari wilayah Kecamatan Purwodadi dan Banyuurip, Kamis (17/9/2026) mengikuti kegiatan Penguatan Posyandu 6 SPM di Aula Desa Cengkawakrejo. Acara dibuka Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi

Turut hadir Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Purworejo Raja Thifal Mazaya Izzati, anggota DPRD Komisi IV H Muh Dahla, Camat Banyuurip Sumarjana, serta Camat Purwodadi Veny Yudha Apriyani.

Pada bidang kesehatan didorong memberikan pelayanan mencakup seluruh siklus hidup dari ibu hamil, bayi, balita, anak sekolah, remaja, usia produktif, hingga lansia termasuk imunisasi dan pemantauan gizi.

Bidang Pendidikan, mendorong Integrasi layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Bina Keluarga Balita (BKB) untuk mendukung tumbuh kembang anak dan pendataan kebutuhan belajar.

ads

Bidang Pekerjaan Umum, memantau dan pendataan akses air minum serta sanitasi lingkungan yang layak bagi warga.

Bidang Perumahan Rakyat, pendataan kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal agar memenuhi syarat hunian yang layak.

Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas), mencatat serta pelaporan terkait ketertiban dan keamanan di lingkungan masyarakat.

Bidang Sosial, meliputi pendataan serta fasilitasi bantuan sosial bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia terlantar, dan anak kurang mampu.

Wakil Bupati, Dion Agasi pada kesempatan itu mengapresiasi peran para kader yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan pelayanan dasar di tengah masyarakat.

“Saya yakin ibu-ibu ini adalah kader-kader yang luar biasa. Harapan kami, kader tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga menjadi penyambung lidah masyarakat melalui 6 SPM,” ujarnya.

Dion berharap, berbagai temuan dan keluhan yang disampaikan kader dapat menjadi bahan bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan dan penganggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Khusus bidang kesehatan, Wabup menekankan pentingnya perhatian terhadap persoalan stunting. Ia menyebutkan, masih terdapat sekitar 14 persen anak di Kabupaten Purworejo yang mengalami stunting.

“Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga berkaitan dengan pola asuh orang tua, faktor genetik, hingga pernikahan usia dini. Karena itu, kader diharapkan tidak hanya mencatat dan memberikan PMT, tetapi juga memberikan contoh pola asuh yang tepat,” jelasnya.

Wabup berharap, para kader yang mengikuti kegiatan tersebut terus meningkatkan kapasitas dan menjadi teladan dalam mendorong perilaku hidup yang lebih baik di lingkungan masyarakat.

“Semoga semua yang datang sekarang ini menjadi kader-kader yang bisa memberikan contoh yang baik di tengah masyarakat,” demikian ucap Wabup.(toyib)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!