
Surabaya, 3 Agustus 2026 – PT Terminal Teluk Lamong terus memperkuat kapasitas dan kualitas layanan terminal melalui penambahan satu unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di Terminal Petikemas Nilam. Peralatan bongkar muat berbasis tenaga listrik tersebut tiba dari China menggunakan MV Spring Shine pada Selasa, 7 Juli 2026.
Penambahan E-RTG merupakan langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kesiapan operasional terminal sekaligus mendukung transformasi menuju pelabuhan yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Dengan memanfaatkan tenaga listrik, E-RTG diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kegiatan di lapangan penumpukan peti kemas, mendukung produktivitas pelayanan, serta mengurangi emisi dibandingkan dengan peralatan konvensional berbahan bakar diesel.
“Penambahan E-RTG ini merupakan bagian dari komitmen PT Terminal Teluk Lamong untuk terus memperkuat infrastruktur operasional yang modern, efisien, dan ramah lingkungan. Investasi ini dilakukan agar seluruh terminal di bawah pengelolaan perusahaan semakin siap mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas sekaligus menghadirkan layanan yang semakin andal bagi pengguna jasa,” ujar Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur.
Syukur menambahkan bahwa modernisasi peralatan tersebut sejalan dengan agenda transformasi Pelindo dalam mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas serta keberlanjutan layanan kepelabuhanan.
“Sejalan dengan transformasi Pelindo, kami akan terus mendorong penerapan teknologi dan inovasi guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, keselamatan, dan kualitas layanan terminal,” tambah Syukur.
E-RTG tersebut memiliki kapasitas angkat sebesar 40 ton dan kemampuan penumpukan peti kemas hingga satu di atas enam atau 1 over 6 containers. Kehadiran alat ini akan memperkuat kegiatan penanganan peti kemas di lapangan penumpukan TPK Nilam setelah seluruh tahapan instalasi, pengujian, dan commissioning selesai dilaksanakan.
Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, menjelaskan bahwa penambahan E-RTG diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas operasional dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Kehadiran E-RTG ini akan semakin memperkuat kapasitas layanan Terminal Petikemas Nilam, khususnya dalam mendukung produktivitas di lapangan penumpukan. Setelah proses pembongkaran, instalasi, pengujian, dan commissioning selesai, alat ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal Oktober 2026 sehingga dapat memberikan pelayanan yang semakin cepat, aman, efisien, dan andal bagi seluruh pengguna jasa,” kata Retno.
Melalui modernisasi infrastruktur dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, PT Terminal Teluk Lamong terus berkomitmen menghadirkan layanan kepelabuhanan yang unggul dengan mengedepankan produktivitas, keselamatan dan kesehatan kerja, digitalisasi layanan, serta inovasi berkelanjutan guna mendukung terwujudnya ekosistem logistik nasional yang semakin efisien dan berdaya saing.
(nald)




