- iklan atas berita -

Metrotimes, (Purworejo)-Kepala Desa Trirejo Kecamatan Loano, Andi Prasetyawan terpilih menjadi ketua Polosoro Kabupaten Purworejo. Ia terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-8 di gedung Ganeca Convenstion Hall, Kamis (23/7).

Ketua Polosoro sebelumnya, Suwarto mengatakan bahwa Musda merupakan forum tertinggi yang jadi ajang evaluasi program kerja tiga tahun silam serta memilih ketua yang baru .

Menurutnya, pada tiga tahun terakhir yakni pada masa kepemimpinannya perjalanan Polosoro dan pemerintah desa tidak mudah. Banyak perubahan regulasi serta tantangan lain terkait pembangunan desa

“Namun saya bersyukur Polosoro tetap menjadi rumah bersama sekaligus forum untuk perjuangkan aspirasi desa. Hari ini momentum estafet kepemimpinan, ini harus menjadi ajang musyawarah bukan pecah belah,” kata Suwarto.

Untuk itu dia berharap, siapa pun yang dipercaya untuk memimpin Polosoro selama tiga tahun kedepan adalah hasil musyawarah dan harus didukung bersama. Ia pun berharap ketua yang baru bisa membawa Polosoro untuk lebih profesional dan solid.

ads

“Dan yang juga penting, ketua baru harus bisa memperjuangkan Polosori tetap menjadi forum aspirasi pembangunan di desa,” imbuhnya.

Bupati Purworejo Yuli Hastuti pada kesempatan itu mengatakan kepala desa dan perangkatnya merupakan ujung tombak pembangunan. Kemajuan dan pembangunan di setiap desa ditentukan oleh mereka.

Bupati berharap Pemdes terus memberi pelayanan yang baik bagi masyarakat. Polosoro pun sebagai wadah aspirasi diimbau terus kuat dan meningkatkan kapasitas serta menjadi mitra Pemda dan solid.

“Ketua yang baru harapanya bisa merangkul anggota, jaga solitditas dan berkoordinasi dengan Pemerintah daerah,” katanya.

Andi Prasetyawan usai menerima Bendera Pataka Polosoro mengajak seluruh kepala desa dan perangkat untuk solid. Tugas kedepan masih cukup berat untuk memperjuangkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.

“Tidak ada kubu A kubu B, yang ada keluarga besar Polosoro. Tugas kedepan masih cukup berat untuk memperjuangkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di desa masing-masing. Kuncinya kepala desa dan perangkatnya harus solid,” katanya.

Ia mengemukakan, tantangan desa kedepan semakin besar, dari perubahan regulasi, infrastruktur dasar hingga tranformasi digital. Ia ingin semua siap dan menjadikan Polosoro sebagai rumah besar kepala desa dan perangkat untuk memajukan desa.

Ia pun berjanji menjadikan Polosoro sebagai organisasi terbuka yang mampu membangun koordiansi sinergis dengan penerintah kabupaten, provinsi hingga pusat.(toyib)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!