- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Seorang pelajar disalah satu SMK di Purworejo ditangkap Polisi unit PPA Polres Purworejo ternyata sering aniaya dan janjikan nikahi korban. Hal ini diungkapkan oleh keluarga korban.

Ibu korban yaitu Citra Dewi (37) mengatakan, bahwa bulan Agustus lalu sudah dilakukan perjanjian. Dimana pelaku akan segera menikahi korban. Hal ini dikarenkan kondisi kandungan yang semakin membesar.

“Kami awalnya sudah terima dengan janji menikahi, tapi ditunggu-tunggu selalu mengelak,” katanya saat dikonfirmasi metrotimes di rumah, Jumat (16/11) pagi.

Tidak hanya itu, setiap kali bertemu dan ditanya perihal pernikahan. GM (19) sering menganiaya korban. Sehingga menimbulkan luka pada bagian bibir anaknya.

“Kejadian pengapengan ini bukan hanya satu kali, dulu juga pernah anak saya dipukul dibagian mulut hingga berdarah, setelah dipukul mengurung di dalam kamar,” kenangnya.

ads

Penganiayaan tersebut berulang ketika sebelum penangkapan pelaku. Dimana saat menelfon Ibunya korban mengaku habis dianiaya oleh pelaku. Hingga akhirnya Ibu korban geram dan melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian.

“Saya sudah muak dengan kelakuannya, ini kok terjadi lagi, saya langsung saja telepon polisi, dia mencabuli anak saya pada saat itu usianya 17 tahun , sekarang hamil 5 bulan,” sebutnya.

Lebih lanjut diungkapkan Citra Dewi, kasus pencabulan terhadap anaknya yang dilakukan oleh pelaku ini sudah kami laporkan kepihak kepolisin pada tanggal 11 Agustus lalu, namun berhubung pelaku ini masih sekolah kita kasih teloransi dengan meminta pertanggung jawaban pelaku untuk segera dinikahkan. Namun sampai saat ini tidak ada tidaklanjutnya.

“Pihak pelaku ini dulu sepakat dan siap bertanggungjawab atas perbuatanya, mereka janji segera akan melamar anak saya, namun sampai saat ini tidak ada, mereka terus menghindar, 3 sampai 4 kali saya bersama keluarga lainnya mendatangi keluarga pelaku di Loano. Tapi mereka selalu menghindar dan tidak mau menemui kami. Terakhir kami dibentak-bentak oleh ayah pelaku, kan kurang ngajar namanya.” Ungkap Ibu Korban.

Pihak keluarga sudah tekad kasus ini diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, kami sudah cukup sabar dengan pihak keluarga pelaku, namun lagi-lagi kami selalu disepelekan. Pelaku juga pernah menantang keluarga korban, bahwa pelaku tidak takut masuk penjara daripada harus menikahi anaknya.

“Pelaku ini bukannya dia minta maaf atau gimana malah dia menantang, lebih baik dipenjara dari pada menikah dengan anak saya, seperti itu kata dianya, kami pun tidak keberatan dan kami siap mas, terbukti semalam dia sudah ditangkap dan sekarang ditahan di ruang sel Mapolres Purworejo,” geramnya.

“Akibat perbuatanya, anak saya harus menanggung rasa malu baik terhadap keluarga maupun dengan teman-temannya. Kami juga akan terus mengikuti perkembangan kasus ini,” tandasnya. (Daniel)