
Metro Times (Kebumen)-Agus Isbaini, atau yang akrab disapa Iis (36), warga Dukuh Widoro Payung, Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, merasa bangga dan gembira karena kembali merasakan manfaat nyata dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Iis yang sehari-hari membantu suaminya berdagang angkringan mengaku sangat terbantu oleh kehadiran JKN, terutama dalam menjaga kesehatan ketiga anaknya. Sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), ia merasa program ini benar-benar menjadi pelindung bagi keluarganya.
Beberapa hari lalu, Iis membawa anak bungsunya yang berusia dua tahun ke Puskesmas Pejagoan. Sang anak mengalami batuk, pilek, dan demam tinggi hingga mencapai 39 derajat selama dua hari. Kondisi tersebut semakin membuatnya panik karena sang anak sempat mengalami kejang. “Saya langsung bawa ke puskesmas, soalnya demamnya tinggi sekali. Begitu kejang, saya dan suami benar-benar khawatir,” ujarnya (02/01).
Sesampainya di puskesmas, Iis merasa lega karena pelayanan yang diberikan sangat baik. Ia menceritakan bahwa dokter yang menangani anaknya bersikap ramah, komunikatif, dan memberikan penjelasan yang mudah dipahami. Dokter juga memberikan resep obat, serta mengingatkan agar kembali kontrol apabila demam tidak kunjung turun. “Alhamdulillah pelayanannya bagus, dokternya baik, menjelaskan dengan lengkap. Saya jadi tenang,” tambahnya.
Tidak hanya untuk anak bungsunya, Iis sendiri turut memanfaatkan momen itu untuk berobat karena akhir-akhir ini sering merasakan pusing. Sebagai ibu dari tiga anak yang berjualan angkringan hingga larut malam, ia mengaku terkadang kelelahan, tetapi bersyukur karena bisa memeriksakan kondisi kesehatannya tanpa harus memikirkan biaya.
Iis menceritakan bahwa keluarganya memang cukup sering memanfaatkan JKN, terutama untuk anak-anak. Anak keduanya bahkan memiliki riwayat pneumonia sejak masih TK, yang mengharuskannya rutin berobat. Penyakit tersebut membuat anaknya dulu kerap tidak masuk sekolah. Namun setelah mendapatkan perawatan rutin, kondisi anaknya perlahan membaik.
Hingga kini, ia tetap harus menjalani kontrol satu bulan sekali dan menjaga kondisi fisiknya agar tidak terlalu lelah serta menghindari paparan asap rokok. “Sekarang sudah jauh lebih baik. Yang penting tidak boleh terlalu capek. Alhamdulillah semua pengobatan ditanggung JKN,” ungkapnya bersyukur.
Sementara itu, suami Iis dalam kondisi sehat dan jarang sakit. Namun baginya, memiliki jaminan kesehatan untuk seluruh anggota keluarga tetap menjadi hal yang sangat penting. Ia merasa tenang karena tidak perlu lagi khawatir saat ada anggota keluarga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Saya bersyukur sekali ada Program JKN. Kalau harus bayar sendiri, pasti pusing mikir biayanya. Dengan JKN, keluarga saya bisa berobat kapan saja tanpa takut biaya besar,” tutup Iis dengan haru.
Bagi Iis, Program JKN adalah penyelamat dan pelindung bagi keluarganya, terutama bagi anak-anak yang masih rentan sakit. Program ini telah menjadi harapan sekaligus penopang kesehatan keluarganya selama bertahun-tahun.(dnl)




