- iklan atas berita -

MetroTimes(MetroTimes) – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jasa konstruksi. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan dan Fasilitasi Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil Konstruksi yang dilaksanakan pada 1–2 Oktober 2025 di Kantor Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Kerja Pembinaan Jasa Konstruksi DPUPKP Sleman dan diikuti oleh 33 peserta dari berbagai kalurahan di wilayah sekitar. Acara dibuka secara resmi oleh Lurah Mororejo, H. Jaka Ristanta, didampingi Ulu-ulu Kalurahan Mororejo, Drs. Aris Jurito, serta disaksikan oleh Ketua Tim Kerja Pembinaan Jasa Konstruksi DPUPKP Sleman, Fajar Waskito, S.T., M.Eng.

Dalam sambutannya, Jaka Ristanta menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ia berharap para peserta dapat memperoleh manfaat nyata dari pelatihan dan uji sertifikasi tersebut.

“Semoga para peserta dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pada akhirnya kesejahteraan di masa mendatang melalui sertifikat keahlian yang diperoleh,” ujar Jaka.

ads

Sementara itu, Fajar Waskito selaku Ketua Tim Pembinaan Jasa Konstruksi (Jakon) Bidang P3B DPUPKP Sleman menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, di mana pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam pembinaan dan pelatihan tenaga kerja konstruksi.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong tenaga kerja terampil agar mampu mengembangkan kapasitas diri, menjadi lebih profesional, dan berdaya saing. Uji sertifikasi ini penting karena seluruh pekerja konstruksi wajib memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat,” jelas Fajar.

Narasumber Pelatihan Tenaga Kontruksi saat memberikan materi kepada para peserta pelatihan sertifikasi Tenaga Konstruksi di Kaluharan Mororejo, Tempel, Sleman

Kegiatan di Kalurahan Mororejo ini merupakan angkatan ke-10 sekaligus penutup kegiatan tahun 2025, dengan total capaian 330 peserta sesuai target tahunan DPU PUPKP Sleman.

Asesmen Uji Sertifikasi Para Peserta Pelatihan Tenaga Kontruksi

Pada hari kedua, peserta mengikuti praktik lapangan pembuatan saluran drainase serta wawancara asesmen oleh asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Astekindo Konstruksi Mandiri yang dipimpin oleh Ir. Darmawan, S.Pd.T, M.T.. Untuk memastikan efektivitas praktik, peserta dibagi menjadi tiga kelompok kerja.

Salah satu peserta, Marsum, mengungkapkan rasa senangnya dapat mengikuti pelatihan ini.

“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selain menambah ilmu dan keterampilan, kami jadi lebih memahami standar pekerjaan konstruksi yang benar. Harapannya, ke depan bisa diadakan lagi pelatihan untuk jabatan kerja lainnya,” ungkapnya.

Praktek Kerja Lapangan Para Peserta Sertifikasi Tenaga Konstruksi

Kepala Bidang P3B DPUPKP Sleman Martinus Doni Purbo Kuncahyo, SE, M.M menambahkan bahwa Pelatihan tersebut ditujukan untuk lebih memberdayakan para tenaga terampil konstruksi, sehingga akhirnya dapat menunjang kesejahteraan bagi tenaga terampil konstruksi itu sendiri.

Tenaga terampil yang sudah mendapatkan sertifikat, dalam waktu dekat akan dimasukkan dalam sistem informasi jasa konstruksi berbasis website, sehingga masyarakat dapat dengan mudah melakukan verifikasi dan mendapatkan tenaga kerja konstruksi bersertifikat yang dekat dengan pembangunan konstruksi

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap tenaga kerja lokal semakin profesional dan mampu bersaing di dunia kerja konstruksi. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat berbasis keterampilan guna mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Sleman.” Tutup Doni saat di hub melalui via Whatsupp Rabu, 08/10/2025.(JQ)