
MetroTimes (Surabaya) – Bambang Haribowo atau yang akrab disapa Bambang Kapten kembali dipercaya memimpin Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Jawa Timur untuk periode 2026–2030. Kepercayaan tersebut diberikan oleh klub-klub anggota IMI Jawa Timur melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) IMI Jawa Timur 2026.
Terpilihnya kembali Bambang Haribowo menjadi amanah besar untuk melanjutkan berbagai program pembinaan olahraga otomotif di Jawa Timur. Salah satu fokus utama kepengurusan periode kedua ini adalah mempertahankan prestasi Jawa Timur sebagai juara umum cabang olahraga balap motor pada Pekan Olahraga Nasional (PON), sekaligus memperluas pembinaan atlet muda hingga mampu bersaing di tingkat internasional.

Bambang Haribowo mengaku bersyukur atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh seluruh klub anggota IMI Jawa Timur.
“Kepercayaan teman-teman klub kembali menunjuk saya menjadi ketua berarti mereka masih memberikan kepercayaan kepada saya untuk bekerja lebih baik lagi. Pada kepengurusan sebelumnya, IMI Jawa Timur berhasil membawa Jawa Timur menjadi juara umum pada PON Aceh-Sumut. Paling tidak, prestasi itu harus bisa kami pertahankan,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak mungkin diraih tanpa dukungan seluruh pengurus, klub, serta para pelaku olahraga otomotif di Jawa Timur.
“Untuk itu saya berharap seluruh teman-teman dapat bersama-sama membantu meningkatkan prestasi olahraga otomotif Jawa Timur,” katanya.
Pada periode 2026–2030, Bambang mengusung semangat “Go Internasional” sebagai arah pembinaan atlet otomotif Jawa Timur. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berorientasi pada prestasi nasional, tetapi juga membuka jalan bagi pembalap-pembalap muda Jawa Timur untuk tampil di ajang internasional.
“Harapan saya IMI Jawa Timur bisa menjadi lebih baik lagi dan mampu membawa anak-anak kita menuju level internasional sesuai tagline kami, yaitu Go Internasional,” ungkapnya.
Selain mempertahankan gelar juara umum di PON, Bambang juga menargetkan peningkatan jumlah klub anggota IMI di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Dengan semakin banyaknya klub aktif, diharapkan semakin luas pula proses pembinaan atlet balap sejak usia dini.
“Target ke depan adalah mempertahankan juara umum PON dan memperbanyak klub-klub anggota IMI agar semakin banyak anak-anak kita yang bisa dibina menjadi pembalap terbaik,” jelasnya.
Dalam upaya pembinaan, IMI Jawa Timur akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) IMI yang telah terbentuk di berbagai daerah.
Menurut Bambang, keberadaan Pengcab menjadi ujung tombak dalam mengarahkan minat generasi muda terhadap olahraga otomotif secara positif sehingga dapat mengurangi praktik balap liar.
“Hampir setiap kabupaten dan kota sudah memiliki Pengcab IMI. Saya berharap mereka dapat membina anak-anak muda agar tidak lagi melakukan balap liar, tetapi diarahkan melalui kegiatan resmi yang dikoordinasikan oleh IMI,” tegasnya.
Proses pencarian bibit pembalap berprestasi juga akan dilakukan melalui berbagai kejuaraan resmi, seperti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) maupun Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Dari Kejurprov dan Porprov nanti kita bisa melihat pembalap-pembalap terbaik yang layak dibina lebih lanjut,” katanya.
Sementara terkait program pembinaan langsung ke sekolah-sekolah, Bambang menjelaskan bahwa hingga saat ini IMI Jawa Timur belum memiliki agenda khusus ke arah tersebut karena kegiatan serupa umumnya dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kepolisian maupun instansi terkait lainnya.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, IMI Jawa Timur optimistis dapat terus mempertahankan dominasinya di tingkat nasional sekaligus melahirkan lebih banyak pembalap muda berprestasi yang mampu mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia di kancah internasional.
(nald)




