- iklan atas berita -

Metro Times Semarang – Laboratorium PAI di sekolah yang representatif perlu adanya desain perencanaan yang matang, organisasi, pengendalian , kontrol dan evaluasi program secara kontinyu. Demikian dikatakan Afifatun, Kepala seksi PAI pada SMA/SMALB/SMK Bidang PAI Kanwil Kemenag Jawa Tengah saat menjadi pembicara kunci pada seminar online Manajemen Laboratorium PAI di Era Digital yang diselenggarakan MGMP PAI SMA Jawa Tengah, Sabtu, 18/12/2021.

 

Dengan adanya Laboratorium PAI, Afifatun berharap momentum kegiatan kali ini menjadi lecutan untuk peningkatan mutu PAI bagi pendidik maupun peserta didik. “Kami mengapreasiasi kegiatan yang digagas oleh MGMP PAI SMA Jawa Tengah untuk bersama-sama meningkatakan kualitas PAI di Jawa Tengah. Karenanya manfaatkan terus program MGMP PAI SMA Jawa Tengah,” tuturnya.

 

Sementara itu Hery Nugroho, ketua MGMP PAI SMA Propinsi Jawa Tengah kegiatan seminar online ini merupakan salah satu program kerja bidang pengembangan media pembelajaran MGMP PAI SMA Propinsi Jateng. Selain itu menurut Hery, laboratorium PAI sangat penting karena dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 211 tahun 2011 tentang Pedoman Pengembangan Standar Nasional Pendidikan Agama Islam pada Sekolah, salah satu standarnya yaitu sekolah harus menyediakan prasarana Laboratorium PAI di sekolah.

ads

 

“Pertanyaannya, apakah di sekolah kita sudah ada mempunyai laboratorium PAI? Jika ada, apakah sudah sesuai dengan standar? Kami berharap, seminar ini menjadi inspirasi bagi sekolah yang belum memiliki Laboratorium PAI dapat membuat di sekolah masing-masing. Bagi yang sudah mempunyai, agar terus meningkatkan kualitasnya,”tegasnya.

 

*Kunci terselenggaranya Lab. PAI*

Dalam penyelenggaraan laboratorium PAI, Rohmat Chozin, Kepala SMAN 1 Bandongan Magelang memberikan kuncinya, yaitu: kreatifitas dan inovasi dari Guru PAI. Untuk membangun Lab PAI di sekolah memang butuh perjuangan, namun perjuangan tersebut perlu dilakukan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas.

 

Lebih lanjut Chozin menjelaskan keberadaan Lab PAI di Sekolah ini memiliki peran strategis, yaitu sebagai tempat praktik para siswa yang berkaitan dengan materi-materi yang bersifat praktis, seperti materi perawatan jenazah.

 

“Lab PAI sebagai wahana outingclass yang bisa memberikan suasana yang berbeda terkait dengan pembelajaran PAI di kelas. Selain itu juga menjadi media untuk melakukan riset dan pengembangan terkait dengan praktik PAI,” jelas Chozin.

 

Kemudian dalam pengelolaan laboratorium PAI digital, menurut Ulin Nuha, M.Ag pengelola Lab. PAI Digital SMA NU Al-Ma’ruf Kab. Kudus, menjelaskan yang perlu dipersiapkan dalam bentuk hardware adalah ruangan, biaya, tenaga dan dukungan pihak terkait. Sedangkan bentuk software berupa materi-materi pembelajaran menarik bagi peserta didik. Selain itu persiapkan konten, materi pembelajaran berupa ppt, pdf, video pembelajaran. Semua itu merupakan hasil karya Guru PAI di sekolah.

 

“Untuk mewujudkan Laboratorium Digital di sekolah ada modal yang harus dimiliki yakni adanya keinginan yang dilandasi dengan keihklasan, semangat Guru PAI yang kuat, kreatifitas, kolaborasi dengan guru, dan selalu semangat untuk berbagi sebagai niat shadaqah jariyah”, pungkas Ulin.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Pokjawas PAI Jawa Tengah, Amir Mahmud, Pengurus MGMP PAI SMA Jawa Tengah, MGMP PAI SMA Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah, serta Guru PAI dan Pengawas dari berbagai propinsi di Indonesia. (AR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!