- iklan atas berita -

Metro Times (Surabaya ) – Musyawarah Daerah (Musda) V PD Federasi Serikat Pekerja (FSP) PPMI (Percetakan Penerbitan Media Informasi) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Prov. Jatim yang digelar di Hotel Tunjungan, Surabaya. Memilih ketua SPSI Jawa Timur, untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Ketua DPD SPSI Jatim, Ahmad Fauzi, menyatakan, kedatangan pekerja asing illegal tidak bisa ditoleransi lagi. “Apalagi kalau pekerja asing itu pekerja kasar. Di Jawa Timur sini banyak. Kalau pekerja asing itu legal dan dipekerjaan pada bidang tertentu dan khusus, semacam teknik atau informasi teknologi dan mengantongi ijin resmi masih bisa diterima,” ucap Fauzi.

Menurut Ahmad Fauzi, pihaknya akan benar-benar memonitor keberadaan pekerja asing yang bekerja di setiap sudut perusahaan Jatim ini. “Apapaun alasannya, pekerja lokal harus diutamakan dan berhak mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan di Jatim ini. Sebab, di sini jumlah pengangguran sudah begitu banyak sekarang ini,” ucapnya.

Dijelaskan Ahmad Fauzi , SPSI akan berusaha melindungi dan memperjuangkan nasib pekerja dari para pengusaha yang mempekerjaan para buruh di perusahaan masing-masing.

ads

Untuk itulah Disnaker Pro. Jatim harus memantau keberadan pekerja asing ilegal dan Imigrasi harus memonitor para pekerja asing yang masuk ke Jatim ini. “Kalau pekerja asing ilegal tak ada lagi toleransi, SPSI menolak keras,” cetus Ahmad Fauzi.
Sementara itu, Ketua PPMI SPSI, Arnold mengatakan, para pekerja jangan cepat-cepat melakukan aksi demo jikalau ada gejolak dengan perusahaan. “Ada dialog terlebih dahulu. Bila tak bisa diselesaikan dengan cara begitu. Boleh menggelar demo. Kami berharap selama Musda bisa berjalan lancar dan pengurus SPSI pro-pekerja dan pro-anggota,” katanya. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!