- iklan atas berita -
Metro Times (Semarang) – Wisuda bukan tonggak akhir pembelajaran bagi seseorang yang telah menyelesaikan studinya secara formal, tetapi menjadi pintu awal untuk memasuki dunia kerja dan mempraktikan teori dan  mengaplikasikan pengetahuan yang didapat selama melakukan proses pembelajaran di sebuah lembaga pendidikan.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum mengatakan selain mempraktikkan teori dan mengaplikasikan pengetahuan tetapi juga sekaligus mengaktualisasikan cita-cita yang diawali dengan pilihan menentukan jenjang karier (career path).
“Karena itu kepada para wisudawan dan wisudawati yang sudah menjadi alumni agar mampu mensinergikan kompetensi dasar, umum, akademik, vokasional dan profesional sehingga terintegrasi dalam perilaku kognitif, afektif dan psikomotorik,” kata Budiyanto.
Budiyanto mengatakan hal itu saat menyampaikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka dalam rangka wisuda Program Diploma III Akademi Akuntansi Effendi Harahap  XVIII dan Graha Wisata Hotel School XXIV di Grand Arkenso Park View Hotel Semarang, Rabu (13/12/2023)
Menurutnya, kompetensi harus didukung dengan kemampuan, minat, sikap,  adaptasi, apresiasi, dan pengetahuan akan nilai-nilai. Pada konteks yang lebih luas kompetensi tidak hanya terkait  dengan dunia kerja saja tetapi juga dalam dunia secara luas .
Kompetensi, lanjutnya, dinyatakan performansi yang dapat diamati dan diukur, karena penampilan merupakan unsur yang tampak dan terbuka yang dibalik penampilan itu banyak unsur-unsur yang tidak tampak tetapi justru menentukan karier yaitu inovasi dan kreasi dalam menuju sukses.
Dia menambahkan, ada tiga kunci untuk menjadi orang sukses, yakni harus selalu bersyukur, tidak mudah menyerah, dan terus belajar. Tiga kunci itu dapat dijadikan bekal untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk tantangan di era 4.0 (four point zero) maupun 5.0 (five point zero).
Terkait dengan isu teknologi akan menggantikan atau menghilangkan  sejumlah profesi yang ditekuni manusia, para pelaku profesi akuntansi dan pariwisata tidak perlu risau.
Sebagai profesi abadi, ujarnya, apapun  bentuk bisnis dan organisasi seluruh kegiatannya akan selalu berhubungan dengan masalah akuntansi, mulai dari perencanaan, penganggaran, pertanggungjawaban, perpajakan hingga pengauditan.
“Sedangkan di dunia pariwisata seiring dengan pertumbuhan industri pariwisata tentu sangat dibutuhkan tenaga kerja di berbagai sektor pariwisata, hal ini sejalan dengan perkembangan gaya hidup dan kebutuhan hidup masyarakat, ” tuturnya. (af).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!