Gerakan kemanusiaan melalui donor darah terus dilakukan Wihara Budayana Dharma Center (BDC)
- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Gerakan kemanusiaan melalui donor darah terus dilakukan Wihara Budayana Dharma Center (BDC) atau yang lebih dikenal sebagai BDC Rumah Kita Bersama. Kegiatan donor darah yang digelar secara rutin tersebut telah berlangsung selama 17 tahun dan menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan darah bagi masyarakat.

Ketua Permabudi Kota Surabaya sekaligus Wakil Ketua I Yayasan Budayana Dharma Wira Center (BDC), Hudi Soeharto

Ketua Permabudi Kota Surabaya sekaligus Wakil Ketua I Yayasan Budayana Dharma Wira Center (BDC), Hudi Soeharto, mengatakan kegiatan donor darah di BDC bukan digelar dalam rangka memperingati momentum tertentu. Menurutnya, donor darah merupakan gerakan kemanusiaan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Donor darah ini bukan dalam rangka apa-apa, tetapi ini adalah gerakan kemanusiaan. Wihara BDC sudah senantiasa membuat donor darah setiap dua setengah bulan dan ini sudah berjalan selama 17 tahun,” ujar Hudi Soeharto.

Menurut Hudi, konsistensi tersebut lahir dari kesadaran bahwa kebutuhan darah dapat terjadi kapan saja. Banyak orang baru menyadari pentingnya ketersediaan darah ketika dirinya sendiri atau anggota keluarganya membutuhkan transfusi.

ads

Karena itu, BDC mengusung semangat “Jadikan Donor Darah Menjadi Gaya Hidup Kita.” Hudi berharap donor darah tidak hanya dilakukan ketika ada kegiatan tertentu, melainkan menjadi kebiasaan masyarakat yang dilakukan secara rutin.

“Banyak orang kadang kalau tidak tahu menganggap, buat apa donor darah? Tetapi ketika ada keluarga mereka membutuhkan darah, baru mereka tahu bahwa untuk mendapatkan darah itu tidak mudah,” tuturnya.

Hudi menambahkan, donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi orang lain, tetapi juga menjadi salah satu momentum bagi pendonor untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

Setiap darah yang didonorkan, lanjut dia, tidak langsung diberikan kepada pasien. Darah tersebut terlebih dahulu melalui proses pemeriksaan di Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memastikan kelayakannya.

Apabila dalam pemeriksaan ditemukan indikasi tertentu yang membuat darah tidak dapat digunakan, pendonor akan mendapatkan informasi dan disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

“Kalau misalnya darahnya ada tercemar atau terkena virus, otomatis nama siapa pun akan diberitahukan kepada kita. Untuk sementara tidak bisa donor dan sebaiknya dia ke laboratorium untuk mengecek kondisi darahnya,” jelas Hudi.

Menurutnya, mekanisme tersebut justru menjadi salah satu manfaat tidak langsung dari kegiatan donor darah. Pendonor dapat mengetahui lebih awal apabila terdapat persoalan pada kondisi kesehatannya sehingga bisa segera melakukan pemeriksaan dan mendapatkan penanganan.

“Kalau kita tidak tahu dan dibiarkan lama-lama akan parah. Tetapi dari awal dia sudah tahu. Itulah fungsi donor darah. Selain kita bisa membantu orang lain, kita juga bisa lebih memperhatikan kesehatan kita,” katanya.

Dalam kegiatan donor darah kali ini, tercatat sebanyak 304 orang mendaftarkan diri

Dalam kegiatan donor darah kali ini, tercatat sebanyak 304 orang mendaftarkan diri. Namun, jumlah tersebut masih harus melalui proses seleksi kesehatan sehingga tidak seluruh pendaftar dapat mendonorkan darahnya.

Hudi memperkirakan jumlah pendonor yang lolos pemeriksaan dapat mencapai sekitar 250 orang. Beberapa faktor menjadi pertimbangan dalam proses seleksi, antara lain kadar hemoglobin (HB), tekanan darah, kondisi kesehatan, hingga riwayat konsumsi obat atau jamu.

“Kadang-kadang HB-nya tidak mencukupi, tekanan darahnya cukup tinggi, sehingga pasti tidak diloloskan. Ada juga yang dalam tiga hari terakhir makan obat atau minum jamu, itu juga tidak bisa,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat ketentuan mengenai berat badan dan usia pendonor. Peserta dengan berat badan di bawah 45 kilogram tidak diperbolehkan mengikuti donor darah. Demikian pula mereka yang belum berusia 17 tahun atau belum memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan.

Hudi menegaskan, proses seleksi tersebut dilakukan demi memastikan keamanan dan kesehatan pendonor sekaligus menjaga kualitas darah yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia pun mengajak masyarakat, khususnya warga Kota Surabaya, untuk tidak ragu mendonorkan darah. Menurutnya, masyarakat yang telah memenuhi persyaratan usia dan kesehatan dapat memanfaatkan berbagai kesempatan donor darah yang tersedia, tidak hanya di BDC tetapi juga melalui PMI maupun tempat lainnya.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Surabaya, kalau kita sudah usia 18 sampai 56 tahun, selalu gunakan kesempatan untuk donor darah. Tidak harus di Wihara BDC, bisa di PMI atau di mana-mana,” ajaknya.

Hudi memahami masih ada sebagian masyarakat yang merasa takut atau belum memahami manfaat donor darah. Namun, ia berharap pengalaman tersebut tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan orang lain.

“Mungkin awalnya kita takut, mungkin awalnya kita berpikir, buat apa? Tetapi sekali lagi, saat kita sakit baru kita tahu betapa pentingnya saling menolong orang,” ujarnya.

Ia menilai semangat donor darah sejalan dengan nilai gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu. Di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis, semangat saling membantu tersebut dinilai perlu terus dipelihara.

“Di Indonesia gerakan gotong royong ini sudah dari nenek moyang kita. Jangan dilupakan. Orang sekarang cenderung hidup individu, hidupnya independen. Padahal kita tetap membutuhkan orang lain,” katanya.

Melalui kegiatan donor darah yang digelar secara konsisten setiap sekitar dua setengah bulan tersebut, BDC Rumah Kita Bersama berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sekaligus bentuk nyata kepedulian kepada sesama.

Sebab, bagi BDC, setetes darah yang diberikan secara sukarela dapat memiliki arti besar bagi kehidupan orang lain.

“Setetes darah, sejuta harapan.”

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!