Metro Times (Magelang) Taman Wisata Kyai Langgeng Kota Magelang kini bertransformasi menjadi lokasi rekreasi dan edukasi kekinian lengkap dengan aneka wahana baru yang menarik. Tidak hanya cocok bagi kalangan anak-anak, milenial hingga dewasa dan orang tua dapat berlibur dengan aman dan nyaman sekalipun masih dalam masa pandemi Covid-19.

Direktur Utama Taman Wisata Kyai Langgeng, Arif Taat Ujiyanto SPd MM, menyebut pandemi selama 2 tahun terakhir cukup membuat sektor pariwisata, termasuk Taman Wisata Kyai Langgeng terdampak sangat serius. Karena itu, perlu terobosan dan inovasi untuk bangkit menunjukkan daya tarik kepada publik. Apalagi, Taman Wisata Kyai Langgeng dengan usia 34 tahun, terlanjur memiliki nama yang cukup dikenal.

“Kami menyadari bahwa wisatawan hari ini butuh sesuatu yang baru, sesuatu yang menarik dikunjungi. Jadi kami sudah komitmen berbenah, bertransformasi melalui berbagai terobosan dan inovasi,” sebutnya saat dikonfirmasi metrotimes.news pada Jumat (21/01/2022).

Transformasi tersebut direpresentasikan melalui 5 inovasi atau brand image inovation. Inovasi pertama dimulai dengan penerapan bisnis model transformasi. Dengan model bisnis itu, pengelola berupaya memperluas customer segmen. Taman Wisata Kayai Langgeng yang semula dikenal hanya menjadi tujuan wisata anak-anak sekolah, khususnya TK dan SD, kini menjangkau kalangan keluarga, keluarga muda, dan milenial. Beberapa wahana digarap serius mengikuti kebutuhan masing-masing segmen.

Misalnya, kini ada destinasi bernama Botanical Park yang berisi aneka tanaman langka. “Beberapa tanaman langka yang ada di relief di Candi Borobudur, ada di Taman Wisata Kyai Langgeng. Sebut saja Kalpataru, Kunto Bimo, Apel Bludru, Matoa, dan lain-lai,” katanya.

Terobosan kedua dengan menghadirkan wahana Edupark atau Wisata Edukasi. Lewat Edupark, pengunjung dapat menikmati susana belajar luar ruangan yang mengasyikan. Mulai dari satwa, tanaman, sungai besar yang melintasi Taman Kyai Langgeng, hutan di tengah kota, outbond, pramuka dan berbagai aktivitas positif lain. “Bahkan, kita siapkan juga joglo-joglo dan itu gratis sebagai lokasi pembelajaran,” lanjutnya.

Inovasi ketiga yakni pengembangan Playground Park yang telah menjadi ikon Taman Wisata Kyai Langgeng. Destinasi itu dipertahankan untuk melengkapi segmen keluarga dan anak-anak. Sejumlah wahana permainan dijamin membuat betah pengunjung. Sebut saja Bianglala, Jetcoster, Waterboom, Waterpark, becak air, Kereta Air, Kereta Keliling, Komedi Layang, Komedi Putar, dan Sinema 6 Dimensi.

Ada juga destinasi anyar yang belum lama diluncurkan, yakni wahana edukasi Omah Terwelu atau Rumah Kelinci. Wahana satwa yang menempati lahan seluas 500 meter persegi ini memiliki puluhan kelinci yang siap menghibur wisatawan.

“Omah Terwelu melengkapi wahana satwa yang sebelumnya telah ada yaitu Mini Zoo (Taman Satwa) yang kebanyakan koleksinya berjenis reptil.

Berikutnya inovasi keempat adalah Camp Park. Wahana ini dimunculkan untuk menyesuaikan dengan adanya tren wisata baru, yakni nomadic tourism. Para pegiat wisata bisa menyulap mobilnya menjadi kendaraan yang siap berwisata di Taman Kyai Langgeng.

“Jeep bisa camping, VW bisa camping. Selain dengan kendaraan, keluarga juga boleh camping di sini selayaknya camping di alam terbuka,” jelasnya.

Sementara untuk inovasi kelima yakni Kuliner Park atau Taman Kuliner. Adanya taman kuliner kian melengkapi pilihan destinasi wisata malam. Salah satu yang sudah beroperasi yakni Kalpataru Cafe dengan suasana Cozy. Kalpataru Cafe menyajikan jajanan angkringan dengan menu unggulan hot plate.

Perpaduan konsep cafe dan angkringan lengkap dengan pemandangan malam yang menarik dan hiasan lampu di pohon kalpataru membuat suasana terlihat eksotis. Cafe ala angkringan ini buka mulai jam 16.00 hingga 22.00 setiap hari.

“Ke depan akan kita kembangkan beberapa destinasi kuliner seiring kerja sama dengan beberapa pihak yang berminat untuk investasi,” ungkapnya.

Arif menyebut, kelima Brand Image Tranformasi itu memang belum resmi diluncurkan. Namun, telah beroperasi dan mendapatkan tanggapan positif dari publik. Rencananya, peluncuran resmi akan dilakukan pada 2 Februari 2022 mendatang.

“Memang belum kita launching secara terang-terangan, tetapi sudah kita mulai supaya saat kita launching pada bulan Februari setidaknya sebagian sudah kelihatan,” sebutnya.

Lebih lanjut Arif menyatakan bahwa Taman Kyai Langgeng yang berada di lahan seluas 27 hektare layak disebut dengan wisata sehat. Tempatnya yang terbuka, memiliki banyak fasilitas dan perangkat protokol kesehatan menjadikan wisatawan aman dari risiko terpapar Covid-19.

“Jangan khawatir berkunjung ke Taman Kyai Langgeng karena perangkat protokol kesehatan sudah kita siapkan lengkap. Dengan datang kesini justru imunitas bisa meningkat,” pungkasnya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini