MetroTimes (Pasuruan Kota Madinah) – Bunda Genre Kota Pasuruan, Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf (Fatma) yang juga ketua tim juri pemilihan ajang Pemilihan Duta Genre Tahun 2022, berharap melalui Duta Genre dapat menjadi role model atau panutan dikalangan generasi Z. Mengingat, hal ini sejalan dengan pemikiran bahwa seorang remaja sangat dipengaruhi oleh teman sebayanya.

“Teman sebaya menjadi tempat yang paling banyak dipilih remaja untuk berdiskusi tentang kesehatan reproduksi yang dialaminya, sehingga remaja memerlukan teman sebaya yang mampu menjadi sumber informasi, tempat curhat dan diskusi terkait fenomena dan permasalahan yang dialaminya,” kata Fatma, saat penetapan Duta Genre di Gedung Gradika, Sabtu (19/03/2022).

Melaui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK- remaja) diharapkan mampu menjadi tempat yang digerakkan oleh pendidik sebaya dan konselor sebaya untuk berbagi informasi, melakukan konseling, melakukan rujukan dan kemudian melalukan aktifitas positif dan kreatif.

“Kegiatan pemilihan Duta Genre ini diharapkan dapat menjadi salah satu ajang untuk mencari sosok remaja pendidik atau konselor sebaya yang nantinya mampu menjadi panutan bagi remaja sebayanya dalam merencanakan masa depan dan mengisi masa mudanya dengan hal- hal yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Fatma.

Fatma juga menyebutkan bahwa pemilihan Duta Genre kali ini, mengusung tema “brave to fight stunting”. Artinya, dibutuhkan peran remaja dalam membantu mempercepat penurunan angka stunting, utamanya di Kota Pasuruan.

“Seorang Duta Genre harus dapat mensosialisasikan hal-hal yang mampu membantu percepatan penurunan angka stunting antara lain dengan pemenuhan gizi seimbang bagi remaja putri dan pendewasaan usia perkawinan,”jelas Bunda Genre Kota Pasuruan ini.

Ia juga mengatakan bahwa fenomena pernikahan dini di Kota Pasuruan pada tahun 2021 telah tercatat sebanyak 176 pernikahan atau 11.92 % dari total pernikahan merupakan pernikahan dengan usia istri dibawah 20 tahun.

“Fenomena semacam ini harus kita perhatikan, mengingat banyak sekali permasalahan yang timbul akibat pernikahan di usia dini antara lain kematian ibu akibat alat reproduksi yang belum sempurna untuk hamil dan melahirkan, kemudian stunting pada anak akibat gizi ibu yang kurang baik selama proses kehamilan, juga akibat perceraian, KDRT, kemiskinan, dan kurangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki,” katanya

Harapannya dengan adanya pembinaan ketahanan remaja melalui program genre dapat menghapuskan perkawinan anak dan kehamilan pada remaja.

“Dan melalui kegiatan Duta Genre ini diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap remaja-remaja Kota Pasuruan yang telah secara sukarela mensukseskan program Genre di dalam kehidupan bermasyarakat serta menjadi salah satu kegiatan positif remaja untuk meningkatkan wawasan dan ketrampilan yang dimiliki,” pungkasnya.

Pemilihan Duta Genre ini di ikuti oleh 59 calon peserta kemudian disaring menjadi 41 peserta dan saat grand final tercatat sebanyak 10 peserta putra dan 10 peserta putri. Izzatul Mula dan M.Nur Faizin terpilih menjadi pemenang dan menjabat sebagai Duta Genre Kota Pasuruan Tahun 2022 yang akan menjalankan tugas selama 1 tahun kedepan. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini