- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Kabupaten Purworejo tepat berusia 191 tahun pada tanggal 27 Februari 2022. Bupati Purworejo, RH Agus Bastian SE MM, menyatakan hari jadi Kabupaten Purworejo tahun ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan semangat kebersamaan mewujudkan Purworejo berdaya saing.

Hal itu selaras dengan tema Hari Jadi ke-191 Kabupaten Purworejo “Kanthi Manembah Ngluhuraké Lampah” yang merupakan sengkalan Jawa untuk tahun 2022, yakni Kanthi: 2, Manembah: 2, Ngluhuraké: 0, dan Lampah: 2. Arti dari tema tersebut adalah dengan berserah diri kepada Tuhan YME dan memohon petunjuk Ilahi, semoga menjadi baik semua usaha yang kita lakukan untuk mewujudkan Purworejo Berdaya Saing 2025.

“Mari kita bersama-sama mewujudkan visi Kabupaten Purworejo berdaya saing tahun 2025. Kita sejajarkan diri dengan daerah-daerah lain yang sudah maju,” kata Bupati Purworejo didampingi Plt Kepala Dinas Kominfostasandi, Stephanus Aan Isa Nugroho SSTP MSi, Kamis (24/2).

Diungkapkan, selama dua periode kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti SH, Pemkab bersama stakeholder terkait telah tancap gas melakukan pembangunan. Tidak hanya menyangkut fisik atau infrastruktur, pembangunan juga berfokus pada sistem birokrasi dan sumber daya manusia. Tercatat banyak prestasi dan anugerah diraih. Namun, pihaknya menyadari masih terdapat kekurangan. Apalagi dalam 2 tahun terakhir pandemi Covid-19 melanda dan mengakibatkan refocusing anggaran di berbagai bidang.

“Karena itu, hari jadi tahun ini sekaligus menjadi momentum untuk melakukan refleksi atas capaian yang sudah diraih maupun introspeksi atas kekurangan yang ada sebagai bahan untuk melangkah lebih baik pada masa mendatang. Selain itu juga untuk memperkokoh jati diri, meningkatkan motivasi, rasa kecintaan, kebanggaan, dan rasa handarbeni terhadap daerah,” ungkapnya.

ads

Menurut Bupati, hari jadi tahun ini masih dalam suasana pandemi yang penuh keterbatasan. Bahkan, hampir seluruh rangkaian peringatan hari jadi digelar serba virtual. Namun, pihaknya percaya masyarakat dapat memahami.

“Memang lebih sederhana, tapi kita berupaya tidak menghilangkan esensi kemeriahan,” lanjutnya.

Rangkaian kegiatan hari jadi telah diawali dengan Ziarah Bersama pada 8 Februari dan Sepeda Sehat serentak 19 Februari. Dilanjutkan Peresmian proyek-proyek tahun 2021 tanggal 25 Februari, Pagelaran wayang kulit tanggal 25 Februari, Kenduri Agung tanggal 26 Februari, Rapat Paripurna tanggal 27 Februari, Pengetan Jumenengan tanggal 27 Februari, Pengajian tanggal 1 Maret, dan Parade Budaya Virtual tanggal 3-6 Maret.

“Selain kegiatan utama tersebut, ada juga berbagai kegiatan pendukung yang diselenggarakan oleh OPD. Untuk kecamatan diberi keleluasaan membuat kegiatan sendiri yang meriah, tapi tetap menerapkan protokol Kesehatan,” sebutnya.

Lebih lanjut Bupati optimistis bahwa pada masa yang akan datang, Purworejo akan sangat berkembang dan maju. Apalagi dengan hadirnya 3 Proyek Strategis Nasional (PSN). Masing-masing yakni pembangunan bandara YIA di Kulon Progo, perluasan otoritas Candi Borobudur yang menyertakan sebagian wilayah Purworejo, dan Bendungan Bener. Dalam waktu dekat, Kabupaten Purworejo juga bakal terlintasi Jalan Tol Ruas Cilacap-Jogjakarta.

Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus dapat mengeksplorasi potensi yang dimiliki guna menyongsong dinamika wilayah dan keberadaan kawasan PSN.

“Belajarlah dari masa lalu, hiduplah untuk masa depan dan teruslah berkarya,” tandasnya. (adv/22)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!