MetroTimes (Surabaya) – Musyawarah Nasional  Luar Biasa (Munaslub)  Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Officium Nobile yang digelar di Gedung  Srijaya Surabaya, 16 – 18 September 2022, telah dipersiapkan oleh Ketua DPC AAI Officium Nobile  Kota Surabaya, Hendro J Octavianus SH sejak dua bulan lalu.

“Setelah ada pelantikan, kami mendapatkan mandat dari DPP AAI untuk melaksanakan Munas di Surabaya. Untuk kesiapan sudah mencapai 100 persen. Mungkin tinggal besok Sabtu (17/9/2022) dan hari Minggu (18/9/2022),” ucap Hendro J Octavianus SH disela -sela acara Munaslub AAI,  di Gedung  Srijaya Surabaya, Jum’at (16/9/2022).

Menurutnya, peserta yang hadir dan telah terverifikasi sebanyak 35 DPC seluruh Indonesia. Tetapi akan ada penambangan, karena belum lihat list-lagi. Total yang hadir sekitar 500 hingga 600 orang.

“Untuk target Posbakum akan menggelar rapat kerja akan dijalankan. Salah satu langkah akan melakukan MoU dengan Pengadilan. Selain itu, AAI SUrabaya akan menggelar seminar dengan beberapa Universitas, di antaranya Universitas SUrabaya (Ubaya),” ujarnya.

Anggota DPC AAI Surabaya yang tercatat dan mempunyai kartu anggota, sekitar 100 orang. Dan diharapkan anggotanya makin banyak nantinya.

Sementara itu, Abdul Salam, Ketua OC (Organizing Committee) untuk mengatur semua kegiatan acara Munaslub AAI Officium Nobile  di Jawa-Timur ini.

“Sukses dan tidaknya acara ini, tergantung dari OC yang mengatur mulai dari makanan, minuman, hotel penginapan, transportasi , sampai gedung. Munaslub pertama ini, paska dipilihkan DR Palmer Situmorang SH di Bandung. Maka, harus ada perubahan Anggaran Dasar di sini. Karena Anggaran Dasar yang dipakai kemarin itu sudah tidak layak dipakai di tahun ini,” ucapnya.

Dipaparkan Abdul Salam, yang diperjuangkan AAI adalah Posbakum cuma cuma untuk masyarakat kecil. Seharusnya yang hadir sebanyak 88 DPC seluruh Indonesia, yang hadir hanya 35 DPC dengan total peserta sekitar 500 orang. Mulai dari Papua sampai Aceh.

Dalam acara Munaslub ini, menghadirkan Kamaruddin Simanjuntak SH MH, Ketua DPC Jakarta Utara, dengan menggelar Talk Show,  yang hadir sebagai rekan sejawat dan memberikan talk show kepada rekan rekan di daerah, agar beritanya tidak simpang-siur di Tik Tok.

“Manfaat dari talk show Kamaruddin bagi penegak hukum , sebagai partener kepolisian tidak boleh takut dan kita sejajar (Catur Wangsa) dengan kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan,” kata Abdul Salam,  yang menjabat sebagai Korwil AAI  Jawa-Timur.

Untuk Posbakum yang sudah jadi adalah di Surabaya Lamongan, Malang Raya dan Kediri.

Di tempat yang sama,, DR Palmer Situmorang SH mengungkapkan, adanya talk show Kamaruddin Simanjuntak SH MH, paling tidak bisa membandingkan selaku advokat yang komersil dan probono ada acuannya.

“Bagaimana kuatnya  seorang advokat untuk mempengaruhi opini publik, untuk membalikkan dan membuka fakta baru , tanpa memiliki kekuasaan menahan orang, memanggil orang, memborgol orang. Dengan membuka fakta dan gunakan mulutnya. Justru di situ, Officium Nobile itu ada. Dia bisa buka fakta yang benar dan pengaruhi dunia, pengaruhi dunia, pengaruhi kebijakan politik,  kalau advokat-advokatnya bersuara,” ungkapnya.

Munaslub kali ini membahas Anggaran Dasar dan rekomendasi tentang masalah sosial apa yang dianggap penting bagi pemerintah, polisi tetap menjadi masyarakat. Anggota AAI sebanyak 2.210 orang. Sudah 15 tahun tidak ada validasi data , tahun ini mulai bikin sistem online supaya akurat.

“Buat Posbakum sudah jalan. Proses peradilan banyak di kota, seperti Brigadir Josua. Padahal 90 persen itu perkara di desa. Mereka tidak mampu, perkara kecil,pematang sawah, tanah warisan, dituntut pidana dan lainnya. Siapa peduli dengan hal itu. Siapa yang peduli dengan hal itu ? Itu porsinya advokat. Ada Undang-Undang Bantuan Hukum No .11 Tahun 2016 yang mewajibkan advokat memberikan bantuan hukum,” tukas DR Palmer Situmorang SH. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini