- iklan atas berita -

Metro Times (Semarang) Pendiri Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Ahmad Rifqi Hidayat, terpilih menjadi Ketua Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Semarang periode 2022-2027 secara musyawarah mufakat. Desain ucapan selamat pun disebar di akun IG JQH Unwahas dan disebar di berbagai WAG.

Nantinya, pria yang pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Huffazh (PPH) Nazzalal Furqoon Tingkir Tengah Salatiga ini akan menjadi ketua badan otonom (Banom) NU yang mewadahi para penghafal Al-Qur’an, seni baca Al-Qur’an (Tilawah) dan juga seni menulis kaligrafi Al-Qur’an serta tafsir Al-Qur’an.

Saat dihubungi oleh redaksi, Rifqi, sapaan akrabnya mengatakan bahwa pada awalnya dirinya diminta oleh sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang untuk membantu proses pembentukan JQHNU Kota Semarang karena semenjak dikembalikan menjadi banom oleh KH. Hasyim Muzadi belum bisa berjalan secara organisasi, baru sebatas jamaah saja.
“Setelah dapat mandat, saya langsung langsung menghubungi dan mendatangi beberapa hafidz/hafidzah alumni dari berbagai pesantren. Termasuk yang sudah masuk dalam JMQH dan grup hafidzah dari Fatayat NU. Proses ini memakan waktu sekitar 10 hari,” ungkapnya, Sabtu (27/8).

Dikatakannya, untuk saat ini hampir sekitar 250 orang yang terdata, namun itu belum semua, “Dari 250 tadi, yang konfirmasi hadir dalam pembentukan ada sekitar 70. Namun menjelang hari H, ada yang berhalangan. Jadi ada sekitar 50 orang yang hadir,” kata pria kelahiran Semarang ini.

Selain mandat dari PCNU, lanjut dia, pembentukan JQHNU Kota Semarang juga merupakan pesan KH Amjad, AH yang waktu itu menjadi Ketua PW JQHNU Jawa Tengah.
“Setiap kali laporan kegiatan mesti ngendikan kon bentuk JQHNU Kota Semarang,” ujarnya

ads

Dirinya kemudian menceritakan awal terpilihnya sebagai Ketua JQHNU Kota Semarang. Pada awalnya dirinya diminta oleh PCNU untuk memandu acara, dari mulai menjelaskan tentang JQHNU sampai pemilihan. Namun pada saat pemilihan tidak ada yang mau mengajukan calon ketua, tapi langsung menunjuk dirinya sebagai ketua.
“Saya coba ulur dengan beberapa opsi mekanisme pemilihan hasilnya sama. Milih saya sebagai ketua secara mufakat,” ujar sosok yang pernah nyantri di PP Futuhiyyah Mranggen Demak ini.
“Sekarang ini formatur masih proses melengkapi dengan komposisi para pakar di majlis ilmi. Sedangkan dewan organisasi berisi para santri yang selama ini memang sudah aktif di NU. Terutama Ansor dan LDNU,” lanjut pendiri JQH Unwahas ini.

Sementara itu, Sekretaris PCNU Kota Semarang, Syaiful Bahri mengakui bahwa pembentukan JQHNU ini terbilang istimewa. Menurutnya baru kali ini pembentukan banom dan lembaga bisa dihadiri puluhan orang dari hampir semua kecamatan di Semarang.

Rahul, sapaan akrabnya juga berharap agar JQHNU bisa melengkapi program kegiatan di NU yang selama ini baru hanya bisa menggelar shalawatan, manaqiban dalam Lailatul Ijtima’, atau yang lainnya.
“Saya berharap agar dengan adanya JQHNU ini diharap bisa aktif membuat rutinan semakan, terutama di momen Hari Santri bisa mengadakan arwah jamak dan khatmil qur’an,” tuturnya.

Senada dengan Syaiful, Rifqi juga berharap agar kepengurusan JQHNU Kota Semarang ini bisa terus kompak dalam berkhidmah. “Mudah-mudah kompak dan ikhlas khidmah di JQHNU,” tutupnya. (af).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!