- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Sehubungan dengan Surat dari Pengurus Daerah Kediri Raya Ikatan Notaris Indonesia, sehingga Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Timur Ikatan Notaris Indonesia (INI) harus menyelenggarakan Rapat Pleno membahas tentang Pemekaran Pengda Kediri Raya.

Dan sehubungan dengan keterbatasan tempat di Sekretariat Bersama maka Rapat Pleno dilaksanakan secara Hybrid yang diikuti seluruh Penda, rapat pleno diadakan di Sekretariat Bersama INI-IPPAT Jl. Mawar No. 44 Surabaya, Jumat (22/3/2024).

Dr. Isy Karimah Syakir S.H. M.Kn. M.H., Ketua Pengwil Jatim INI menyampaikan, Alhamdulillah pada rapat pleno hari ini, Jumat tanggal 22 Maret 2024 terlaksana dengan baik, lancar, dan tentunya insyaallah akan menambah atau memberikan manfaat kepada Pengda yang telah melakukan pemekaran, yaitu Pengda Nganjuk dan Blitar Raya. Sehingga bisa lebih mandir, dan apabila SDM ada potensi-potensi dari anggota di daerah yang bermunculan tentunya itu yang diharapkan, dan juga lebih fokus dalam mengelola Pengdanya.

Ia melanjutkan, Dan apabila ada permasalahan atau ada hal-hal yang perlu diselesaikan itu lebih cepat terselesaikan dengan baik. Karena seperti tadi disampaikan dalam suratnya Pengda Kediri Raya, karena letak geografisnya yang cukup jauh dan anggotanya sudah cukup banyak kurang lebih 50an, maka saya rasa sudah siap untuk adanya Pengda baru.

ads

“Manfaat dari pemekaran Pengda baru, manfaatnya banyak sekali bisa lebih mandiri, lebih fokus kalau ada permasalahan karena tertangani dengan baik, dan tentunya untuk koordinasi, komunikasi itu lebih cepat,” terang Ketua Pengwil Jatim INI yang baru terpilih tanggal 9 Januari lalu.

Untuk Pengda yang baru masih tetap bagian dari Pengda sebelum pemekaran, Pengda Kediri Raya sekarang jadi Kediri Kabupaten, Kediri Kota, Tulungagung dan Trenggalek. Jadi masih tetap satu, yang memisahkan adalah kota dan kabupaten. Kemudian Blitar Raya dan Nganjuk.

Harapan kedepan dengan adanya pemekaran wilayah kerja Pengda baru, “Saya berharap, kita tetap ada kebersamaan atau kebersamaan itu harus selalu ada, selalu komunikasi, selalu koordinasi dengan Pengwil tentunya. Dan sebagai Pengda yang baru tentunya banyak komunikasi, berkoordinasi dengan Pengwil, karena dengan Pengda baru ini yang akan dijalankan,” tandasnya.

Menanggapi Dirjen AHU di Bali, menurut Isy, Yang penting di Jawa Timur ini, saya betul-betul mengajak untuk kebersamaan, konsolidasi internal dulu dan kita tidak perlu meributkan. Kita Tanggapi dengan adem apa lagi di bulan Ramadhan. Kita berharap semoga Allah melembutkan hati para petinggi di PP INI, semoga bisa Islah di bulan yang baik ini bulan Ramadhan, bulan penuh pengampunan. Kami berharap banyak tentu seperti Islah.

Sementara untuk Bakso dari Pengwil Jatim INI dan IPPAT, Isy menambahkan, “INI & IPPAT sudah melakukan kemarin tanggal 15 Maret 2024 ada pembagian takjil serentak di 18 Pengda untuk INI dan untuk IPPAT ada 36 Pengda, dilakukan secara serentak. Ada yang pembagian takjil, ada yang bersama dengan anak Yatim, para Dhuafa, dan pembagian Sembako kepada para guru ngaji”.

“Saya ucapkan terima kasih untuk para donatur dari semua Notaris – PPAT se-Jawa Timur yang sudah menitipkan ke Pengwil INI dan IPPAT Jatim dari sebagian rezekinya, kita bagikan pada yang memang membutuhkan,” ujarnya.

“Sedangkan untuk Notaris Muslim Indonesia (NMI) nanti tanggal 27 Maret kita juga berbagi dengan anak-anak Yatim, dan akan ada kegiatan lebih lanjut di Jember tanggal 3 dan di Malang tanggal 4, karena NMI biasanya bagi-bagi,” imbuhnya.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!