Metro Times (Mancanegara) Timor Leste. Dahulunya adalah Timor Timur, masih bagian dari Indonesia. Namun memutuskan untuk melepaskan diri dari NKRI. Timor Leste berharap menjadi megara kaya raya, layaknya Dubai, tetapi justru dihantui kemiskinan dahsyat sampai saat ini.

Sebenarnya anggapan Timor Leste tidak pantas menjadi negara bukan hanya statmen Indonesia. Negara tetangga seperti Australia pun mengatakan hal demikian. Pasalnya Timor Leste dinilai akan kesulitan apabila menjadi negara sendiri.

Kini anggapan itu benar, para pemimpin Timor Leste tak bisa mengelak akan keadaan negara mereka memprihatinkan. Bahkan saat ada Covid-19, negara itu terang-terangan mengaku tak mampu menangani warganya jikalau kena pandemi tersebut.

Mantan Perdana Menteri Timor Leste Ramos Horta, dulu pernah sesumbar bila negaranya bakal seperti Dubai, nan kaya dan makmur.

Tapi kenyataan jauh dari ekspetasi. Timor Leste malah semakin sulit memajukan perekonomiannya.

“Ketika saya mengatakan Dubai, saya sedang melamun, lupakan Dubai. Saya akan senang jika Timor Timur bisa menyamai Fiji,” kata Horta seperti dikutip zonajakarta.com dari Al Jazeera, Rabu 16 Juni 2021.

Tapi nyatanya warga negara disana jauh amat miskin. Tercatat pendapatan per hari buruh di Dili cuma Rp 21 ribu.

Meski begitu, Ramos Horta masih optimis dengan masa depan negaranya. Kata Ramos, banyak warga Timor Leste melanjutkan jenjang pendidikan tinggi di luar negeri.

“Kami berinvestasi, kami juga memiliki ratusan orang yang belajar ke luar negeri,” kata Horta.

Kemudian ia memuji perkembangan negaranya yang dulu tak punya apa-apa kini sudah membangun infrastruktur publik.

“Negara kami hampir tak memiliki listrik dahulu, termasuk di ibu kota Dili.” katanya.

“Namun saat ini 80 persen negara kami sudah dialiri listrik,” ujar Horta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini