- iklan atas berita -

Metro Times Kendal – DPRD Kendal mengapresiasi upaya pemerintah kabupaten mempercepat vaksinasi sebagai upaya untuk menciptakan kekebalan sosial (Herd Imunity). Diantaranya melalui sentra pelayanan vaksinasi dengan sistem pendaftaran secara online.

 

Ketua Komisi D DPRD Kendal, Mahfud Shodiq, mengatakan sistem pendaftaran online memudahkan warga untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi Covid-19. Namun demikian, imbuhnya, sistem tersebut juga memiliki kekurangan.

 

Pasalnya, banyak warga di desa-desa yang kesulitan mengakses layanan yang dipusatkan di sentra pelayanan vaksinasi di Stadion Utama Kendal, di Kelurahan Kebondalem itu. Politisi PKB itu mengatakan, layanan online kebanyakan diakses kelompok milenial.

 

“Sentra vaksinasi yang mana pendaftarannya melalui online tetap dibuka, namun pelayanan ke desa-desa juga dilakukan. Karena kalau hanya melalui online, mayoritas cuma diakses kaum milenial, dan belum menjangkau warga di pedesaan,” ungkapnya.

 

Layanan jemput bola dengan melibatkan kecamatan maupun pemerintah desa itu, menurutnya penting untuk pemerataan vaksinasi sebagai upaya untuk menciptakan kekebalan sosial.

 

Selain mendorong pemerataan vaksinasi, pihaknya juga mendesak agar Pemkab Kendal segera membayarkan insentif bagi tenaga kesehatan. Dikatakan, dari hasil sidak Komisi D, Selasa (3/8/2021), didapati bahwa insentif untuk tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelayanan vaksinasi Covid-19 belum dibayarkan.

 

Tak hanya itu, TPP untuk tenaga kesehatan di Puskesmas selama beberapa bulan terakhir belum dibayarkan.

 

“Teman-teman nakes ini kan berada di garda depan penanganan Covid-19, risikonya besar, dan mereka juga sudah melaksanakan tugasnya. Sudah semestinya mereka mendapatkan haknya. Kami akan panggil dinas terkait untuk dimintai keterangan,” pungkasnya.(ar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini