MetroTimes (Surabaya) – Memasuki Akhir Tahun 2021 menjadi momentum yang tepat bagi Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Timur Ikatan Notaris Indonesia (INI) untuk merefleksikan apa saja yang telah dicapai selama satu tahun terakhir serta menyongsong Tahun 2022 agar lebih baik.

Ketua Umum PP INI Yualita Widyadhari, SH, MKN., Sekretaris Umum PP INI, Tri Firdaus Akbarsyah, SH.,MH., dan Ketua Pengwil Jatim INI, Siti Anggraenie Hapsari S.H., MH.,

Ketua Pengwil Jatim INI, Siti Anggraenie Hapsari S.H., MH., menuturkan, Pengwil Jatim INI mengundang dan menyelenggarakan Ramah Tamah dan Doa Penutup Tahun 2021, bersama, Ibu Ketua Umum dan Bapak Sekretaris Umum Ikatan Notaris Indonesia.

Ketua Umum PP INI Yualita Widyadhari, SH, MKN., Dalam sambutannya mengatakan, keberhasilan yang sudah dilaksanakan oleh PP INI antara lain sebagai tuan rumah UINL, yaitu pertemuan Notaris dari seluruh dunia yaitu 88 Negara yang dilaksanakan tahun lalu di Jakarta.

Dan juga keberhasilan membayar hutang kepada UINL, serta keberhasilan kerjasama penandatanganan MOU antara PP INI dan POLRI.

Ketum PP INI menambahkan, keberhasilan melaksanakan RP3YD setelah tertunda 3 (tiga) kali karena pandemi Covid-19. Yang diikuti lebih dari 3000 anggota, dengan mempertaruhkan perijinan yang sangat sulit dan ketat, tapi Alhamdullillah Pengwil Jatim bisa melaksanakan RP3YD dengan sangat baik, lancar dan sukses.

Sementara Sekretaris Umum PP INI, Tri Firdaus Akbarsyah, SH.,MH., dalam sambutannya mengatakan, Berkumpul disini di tempat ibu Siti Anggraenie Hapsari yang megah ini surprise bagi kami, kita bertukar fikiran.

“Masih banyak Tugas, masih banyak program yang harus kita selesaikan, bahwasanya program-program ini untuk kepentingan kita semua,” jelasnya.

“Ada pepatah mengatakan, Harimau mati meninggalkan belang, kalau kita meninggalkan satu sistem yang baik di organisasi Ikatan Notaris Indonesia,” tandas Tri.

Sedangkan Ketua Pengwil Jatim INI, menyampaikan, Selama tahun 2021 kita ketahui hampir setiap kegiatan organisasi tidak sepenuhnya berjalan secara maksimal, karena kita tahu ada pandemi Covid-19. Dan pada tahun 2021 ini adalah tahun duka cita, dimana bulan Juni dan Juli kemarin itu adalah puncak-puncaknya kita merasakan kehilangan dan kesedihan yang mendalam, karena banyak teman-teman kita anggota Pengwil Jatim INI yang terkena musibah.

Fachria Lapasere Pembawa Acara, Agung Irianto Kabid Pengayoman dan Taufik Hidayat Ketua Pengda Probolinggo INI memimpin Doa.

“Kegiatan organisasi, kita masih bisa bersyukur alhamdulillah walaupun secara Zoom atau online banyak agenda yang masih bisa dilaksanakan oleh Pengwil Jatim INI, termasuk agenda-agenda pengajian, agenda keilmuan untuk upgrade terhadap peraturan-peraturan, ilmu-ilmu baru dan agenda besar yang seharusnya kita laksanakan di tahun 2021,” katanya.

Dengan tercapainya herd immunity sehingga agenda kegiatan bisa kembali dengan Prokes yang ketat, yang bisa melaksanakan hibrid yaitu pertemuan offline dan online.

“Alhamdulillah setelah tertunda dari tahun 2020, kemarin akhirnya terlaksana yaitu Rapat Pleno Pengurus Pusat yang diperluas, yang kemarin dilaksanakan di Batu. Yang semula rencananya diadakan hanya tiga hari, tetapi akhirnya bisa dilaksanakan selama empat hari dikarena animo para peserta anggota itu sangat tinggi,” ujarnya.

Suasana Silaturahmi dan Ramah Tamah Akhir Tahun

Kita bisa laksanakan secara hibrid dengan sangat baik, lancar dan ini membuat PP INI cukup merasa puas terhadap kinerja Pengwil Jatim INI selaku organizing committee (panitia pelaksana). Begitu pula Pengwil-Pengwil yang ada di Indonesia memberi apresiasi terhadap pelaksanaan RP3YD yang tidak mengecewakan bagi mereka yang hadir.

“Kita bisa melaksanakan HUT INI walaupun memakai sistem hibrid. Kegiatan kita secara hibrid dan termasuk yang berani diantara semua Pengwil INI di Indonesia, Pengwil Jatim INI melaksanakan lebih dahulu hibrid,” jelasnya.

Kemarin juga sudah melaksanakan seminar yang dilaksanakan di Dyandra Convention dan datang juga Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak pada saat itu membuka selaku keynote speaker. Itu alhamdulillah hibrid, tapi dilokasi juga dihadiri lebih dari 350.

Menurut Siti Anggraenie Hapsari, jadi insyaallah kegiatan-kegiatan dari Pengwil Jatim INI tetap bisa berjalan sebagaimana yang menjadi agenda atau program kerja dari Pengwil INI. Dan harapan kami kedepan, dimasa jabatan saya yang sisa satu tahun kedepan di tahun 2022 kami bisa melaksanakan segala program kegiatan, tentunya semuanya adalah untuk kepentingan para anggota. Jadi kami bekerja semua untuk kepentingan para anggota.

Guyup dan Gotong Royong menyiapkan makan siang

“Harapan kami semua pengurus bergandengan tangan, bekerja dengan hati, karena saya yakin pengurus-pengurus ini orang-orang capable semuanya dan orang yang sudah pintar. Di tahun 2022 bisa meningkatkan lagi kerjanya lebih maksimal untuk kepentingan organisasi,” tegasnya.

 

Ia juga mengatakan, ada sentilan dari mantan Kakanwil Kemenkumham Krismono. Pak Krismono tadi menyampaikan, kuantitas kita itu semakin banyak di Jawa Timur, karena baru saja dilantik 257 Notaris, sehingga dengan demikian Notaris yang ada di Jawa Timur itu hampir 3000. Sebenarnya secara riil 2600. Harapannya pak Krismono dengan banyaknya Notaris maka kualitasnya harus tetap di jaga dengan baik.

Ia melanjutkan, Sentilan itu tentunya cambuk buat Pengwil Jatim INI, artinya dengan pak Kakanwil menyampaikan seperti itu secara realita berarti permasalahan-permasalahan masuk yang di Kanwil Kemenkumham itu semakin banyak. Karena bapak Kakanwil ini adalah ketua MPW, beliau adalah ketua Majelis Pengawas Notaris di wilayah Jawa Timur, dengan demikian beliau bisa menilai dari tahun ke tahun, berarti semakin meningkat permasalahan hukum yang terjadi, baik itu yang laporan-laporan dari masyarakat terhadap Notaris.

Untuk itu kita harus jadikan suatu perhatian, cambuk bagi kita semua, bagaimana tugas dan tanggung jawab kita selaku Notaris. Ini tidak hanya sekedar melindungi anggota, tapi juga membina, memberikan pemahaman pada mereka untuk ingat pada sumpah jabatannya.

“Kita sekarang prihatin dengan adanya istilah mafia tanah. Dimana Notaris itu dianggap sebagai bagian dari mafia tanah, itu saya selaku ketua Pengwil merasa sangat keberatan dan tersinggung dengan kata-kata itu. Kata-kata itu sebenarnya dilontarkan oleh pejabat tinggi negara, tetapi jangan menjustifikasi begitu,” cetusnya

Menurut saya, organisasi patut tersinggung dengan istilah dengan kata-kata bahwa Notaris itu bagian dari mafia tanah, itu saya rasa merendahkan harkat martabat Notaris. Jangan Nila setitik merusak susu sebelanga. Masih banyak ribuan Notaris yang baik di Indonesia bahkan di Jawa Timur. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini