- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Ternyata ilmu Internet of Things (IoT) sudah berkembang dikalangan siswa SMK YPPI Surabaya, bersama Dosen Universitas Widya Kartika (UWIKA) Surabaya dengan Ketua Pelaksana Robby Kurniawan Budhi, M.Kom., dan anggotanya, Ririn Dina Mutfianti, S.T., M.T., Agus Prayitno, S.Kom., M.T., mereka melakukan Kegiatan Kemandirian Masyarakat (KKM).

Ketua pelaksana KKM Robby Kurniawan Budhi, M.Kom., memaparkan, Siapa bilang hanya mereka yang memiliki jenjang pendidikan tinggi yang dapat memiliki ilmu dibidang Internet of Things (IoT), contoh siswa siswi SMK YPPI Surabaya yang terletak di Jalan Sulung No 41-47 Surabaya, dalam salah satu kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mampu menerapkan konsep Smart Garden dan Smart Charging Station yang merupakan salah satu pemanfaatan IoT dan panel surya yang dikombinasikan dengan unsur Lansekap.

Ia melanjutkan, Berada dilingkungan sekitar area pusat bisnis dan dekat dengan Kawasan Kota Lama, penampilan SMK YPPI seolah kurang representatif dan terkesan kumuh. Adanya permasalahan tersebut, pihak UWIKA Bersama dengan Dikti dengan total pendanaan Rp 50.000.000,00 berencana mengoptimalkan ruang terbuka hijau dengan mengedepankan penggunaan teknologi didalam pengelolaan lingkungan diarea sekolah disamping juga sebagai pendukung kegiatan pembelajaran dalam hal ini focus program keahlian dibidang TKJ (Teknologi Komputer Jaringan).

Robby menuturkan, dalam pelaksanaannya program yang telah berjalan saat ini yaitu, Pembuatan desain lansekap baru yang bertujuan untuk mengoptimalkan semua jenis tanaman yang telah dipunyai oleh SMK YPPI, memberikan pelatihan dan pendampingan bagi siswa dan guru tentang IoT, perencanaan smart garden dengan menggabungkan unsur penataan lansekap dengan pemanfaatan teknologi, pembuatan aplikasi penunjangan kebutuhan smart garden, dan pembuatan panel surya atau smart charging station sebagai pengurangan biaya operasional.

“Penarapan smart garden ini sebelumnya telah melalui proses uji terlebih dahulu sebelum akhirnya akan diaplikasikan langsung di lingkungan SMK YPPI Surabaya. Prototipe tersebut berupa system penyiraman tanaman berdasarkan pembacaan hasil sensor yang membaca PH Tanah dan akan dilakukan penyiraman apabila terjadi kondisi tertentu yang dapat diatur melalui aplikasi,” terang Robby.

“Sedangkan system smart charging terinsipirasi dari penggunaan panel surya sebagai sumber daya listrik mandiri, yang ukurannya cukup besar sehingga dapat sekaligus menjadi peneduh area dibawahnya. Hal ini dikombinasikan dengan tempat duduk dan meja yang terkesan modern, sehingga dapat menjadi titik kegiatan di sekitarnya,” tandasnya.

Menurut Robby, Nantinya perangkat yang digunakan pada smart garden berupa pengendali penyiraman tanaman otomatis berbasis aplikasi menggunakan mikrokontroller. Sistem menangani pasokan air ke dalam tandon, serta kontrol penyiraman otomatis berdasarkan waktu tertentu yang dapat diatur melalui aplikasi, ataupun indikator sensor otomatis.

Ia menambahkan, Data sensor akan terbaca oleh mikrokontroller, yang akan memicu pompa untuk mengalirkan air dari tandon menuju pipa penyiraman. Proses penyiraman dapat diatur juga berdasarkan waktu tertentu.

“Perangkat yang digunakan pada charging station meliputi tempat duduk dan meja di area bawah panel surya. Listrik dari panel surya akan disimpan ke dalam baterai, yang kemudian dapat dialirkan melalui kabel dan stop kontak di bawahnya,” paparnya. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini