
MetroTimes (Surabaya) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) memperingati Dies Natalis ke-65 dengan menggelar rangkaian kegiatan, salah satunya senam dan jalan sehat yang diikuti sekitar 1.000 peserta dari civitas academica, alumni, mitra, serta warga sekitar kampus.
Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus menegaskan semangat FEB UNAIR untuk terus berkarya, memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dan memperluas kiprah hingga tingkat global.

Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., mengatakan usia 65 tahun merupakan usia yang cukup matang bagi FEB UNAIR untuk terus melakukan penguatan dan pengembangan.
Menurutnya, tema Dies Natalis ke-65 FEB UNAIR, “Berkarya, Berdampak, dan Mendunia”, memiliki makna strategis bagi perjalanan fakultas ke depan.
“Berkarya, kita selalu mengharapkan FEB, baik itu civitas academicanya, untuk berkarya dan menciptakan suatu hasil yang bisa dinikmati,” ujar Prof. Madyan.
Ia menjelaskan, karya yang dihasilkan FEB UNAIR diharapkan tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi mampu memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.
“Berdampak dalam hal ini adalah berdampak kepada masyarakat. Masyarakat tidak hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia,” katanya.
Prof. Madyan menuturkan, semangat untuk mendunia juga sejalan dengan perkembangan FEB UNAIR di tingkat internasional. Ia menyebut sejumlah bidang keilmuan FEB UNAIR telah menunjukkan posisi yang kuat dalam pemeringkatan internasional.
Ia mencontohkan bidang Accounting and Finance serta Econometrics yang memiliki posisi tinggi di tingkat nasional. Capaian tersebut, menurutnya, harus terus ditingkatkan agar FEB UNAIR semakin diperhitungkan di tingkat global.
“Kita patut bersyukur karena Universitas Airlangga dan FEB terus bergerak maju. Dalam QS World University Rankings 2027, Universitas Airlangga berada pada peringkat #276 dunia, meningkat dari #287 pada tahun sebelumnya,” tandasnya.
Ia melanjutkan, Di bidang yang relevan dengan FEB, QS by Subject 2026 menempatkan *Economics & Econometrics* FEB UNAIR pada peringkat #197 dunia dan #2 di Indonesia, sementara *Accounting & Financ* berada pada kelompok #151–200 dunia dan #2 di Indonesia. Adapun *Business & Management Studies* berada pada kelompok #301–350 dunia dan #4 di Indonesia.
“Diharapkan sekali lagi FEB Universitas Airlangga ini akan mendunia,” tegasnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, UNAIR terus mendorong penguatan kolaborasi internasional dengan berbagai perguruan tinggi di dunia. FEB UNAIR juga telah mengembangkan berbagai bentuk kerja sama, termasuk program double degree, student outbound, dan student inbound.
Menurut Prof. Madyan, perkembangan mobilitas mahasiswa internasional tersebut menjadi salah satu indikator semakin terbukanya FEB UNAIR terhadap jejaring akademik global.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Madyan juga menyoroti besarnya peran alumni dalam mendukung perkembangan FEB UNAIR.
Kehadiran alumni dalam rangkaian Dies Natalis ke-65, termasuk pada acara gala dinner dan kegiatan lainnya, dinilai menunjukkan kuatnya ikatan antara alumni dengan almamater.
Ia menyebut alumni FEB UNAIR tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga aktif memberikan kontribusi melalui program alumni mengajar dan berbagi pengalaman profesional kepada mahasiswa.
“Alumni datang ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk men-share pengalaman-pengalaman mereka di luar dan tentu saja diperuntukkan untuk mahasiswa-mahasiswa kita,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan mampu memperkecil kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dengan kebutuhan dunia industri dan perusahaan.
Melalui alumni mengajar, alumni sharing, maupun kolaborasi lainnya, mahasiswa dapat memperoleh gambaran langsung mengenai perkembangan dunia kerja dan tantangan profesional yang akan mereka hadapi.
Selain penguatan akademik dan jejaring internasional, UNAIR juga terus memberikan perhatian terhadap akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Prof. Madyan mengatakan, secara umum terdapat mahasiswa yang membutuhkan dukungan pembiayaan selama menempuh pendidikan. Karena itu, UNAIR berupaya memastikan persoalan ekonomi tidak menjadi alasan mahasiswa harus meninggalkan pendidikan.
“Sedapat mungkin kita akan bantu. Kita carikan, misalnya kalau anak tersebut memiliki prestasi akademik yang bagus, biasanya juga ada perusahaan-perusahaan atau lembaga-lembaga yang menyediakan beasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, UNAIR memiliki komitmen agar mahasiswa tidak mengalami putus studi hanya karena persoalan ekonomi.
Ia menjelaskan, mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi dapat mengajukan penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan melengkapi bukti yang menunjukkan kondisi ekonominya.
Penyesuaian tersebut dapat dilakukan setelah dilakukan evaluasi terhadap kondisi mahasiswa, termasuk mulai semester berikutnya bagi mahasiswa yang mengalami perubahan kondisi ekonomi setelah masuk UNAIR.
Namun, Prof. Madyan menegaskan, dukungan tersebut tetap harus melalui mekanisme dan verifikasi yang berlaku.
“Kalau memang persoalannya ekonomi, sedapat mungkin kita akan bantu. Tetapi kalau persoalannya akademik, itu berkaitan dengan kemampuan akademik,” katanya.
Selain melalui kebijakan UKT, dukungan juga dapat diberikan melalui akses beasiswa dari berbagai perusahaan maupun lembaga. Dalam hal ini, keberadaan PUSPAS UNAIR (Pusat Pengelolaan Dana Sosial) menjadi salah satu bagian penting dalam membantu mahasiswa yang membutuhkan dukungan.

Sementara itu, Dekan FEB UNAIR periode 2025–2030, Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE., mengatakan kegiatan senam dan jalan sehat sengaja dirancang tidak hanya untuk civitas academica dan alumni.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga melibatkan warga internal UNAIR dari fakultas lain serta masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan kampus.
“Kita ingin menjadikan agenda senam dan jalan sehat ini untuk bisa merasakan kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat,” kata Prof. Rudi.
Ia menyebut sekitar 1.000 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari warga FEB UNAIR, civitas academica UNAIR, alumni, mitra, hingga masyarakat sekitar.

Di tengah kemeriahan tersebut, Dies Natalis ke-65 FEB UNAIR juga menghadirkan bentuk apresiasi khusus atas dedikasi insan yang selama ini mengabdi di lingkungan fakultas.
Dua tenaga kependidikan FEB UNAIR mendapatkan apresiasi berupa kesempatan menunaikan ibadah Umrah. Eko Susanto, tenaga kependidikan FEB UNAIR, memperoleh hadiah Umrah dari Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin. Sementara Arifa Agustin, tenaga kependidikan FEB UNAIR, memperoleh hadiah Umrah dari Bapak Aji Suprayogo, Direktur Keuangan PT Sinergi Property Pratama.
Pemberian kesempatan Umrah tersebut menjadi salah satu bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian tenaga kependidikan dalam mendukung perjalanan FEB UNAIR. Di tengah perayaan 65 tahun fakultas, apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan institusi dibangun melalui kontribusi setiap insan yang bekerja dan mengabdi di dalamnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya FEB UNAIR untuk menerjemahkan tema Dies Natalis, “Berkarya, Berdampak, dan Mendunia”, ke dalam kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.
“Acara ini adalah berdampak bagi warga kita untuk merasakan kebahagiaan,” ujarnya.
Tidak hanya berpartisipasi dalam kegiatan, para alumni FEB UNAIR juga memberikan kontribusi dalam pelaksanaan agenda berbagi yang menjadi bagian dari rangkaian senam dan jalan sehat.
Prof. Rudi mengatakan kontribusi tersebut diberikan oleh alumni dari berbagai angkatan. Dukungan juga datang dari sejumlah mitra FEB UNAIR.
“Alumni berpartisipasi tidak hanya hadir dalam acara senam dan jalan sehat, tetapi juga luar biasa berkontribusi memberikan sesuatu untuk disampaikan dan diberikan kepada warga,” ungkapnya.
Menurutnya, partisipasi alumni dari berbagai angkatan menjadi bukti kuatnya rasa memiliki terhadap almamater.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh alumni dan mitra yang telah memberikan dukungan terhadap rangkaian Dies Natalis ke-65 FEB UNAIR.
“Yang pertama, kita mengucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang memberikan kesempatan agenda senam dan jalan sehat ini dihadiri sekitar seribu warga,” tutur Prof. Rudi.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi bagian dari perjalanan FEB UNAIR dalam mewujudkan visi berkarya, berdampak, dan mendunia.
Dengan usia 65 tahun, FEB UNAIR tidak hanya menandai perjalanan panjang dalam pendidikan ekonomi dan bisnis, tetapi juga memperkuat komitmen untuk menghasilkan karya akademik dan profesional yang memberikan manfaat bagi masyarakat, memperluas jejaring internasional, serta memastikan pendidikan tetap dapat diakses oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi.
Momentum Dies Natalis ke-65 pun diharapkan menjadi titik penguatan bagi FEB UNAIR untuk terus tumbuh sebagai fakultas yang berprestasi, inklusif, memiliki kepedulian sosial, dan semakin diperhitungkan di tingkat nasional maupun global.
(nald)










