- iklan atas berita -

Metro Times (Semarang) Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah, Taslim Sahlan terpilih menjadi Ketua FKUB Jateng untuk periode 2018-2023. Ia terpilih lewat forum Musyawarah Dearah (Musda) FKUB Jateng Tahun 2018 yang berlangsung di aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Badan Kesbangpol) Jateng Jalan Ahmad Yani 160 Semarang, Kamis (3/1) kemarin.

Dalam sidang yang diikuti 19 anggota FKUB Jateng dari total keseluruhan 21 anggota yang merepresentasikan keterwakilan enam agama yang diakui di Indonesia yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hucu. Ia mendapatkan dukungan 15 suara, sementara  Prof.  Ahmad Rofiq  hanya mendapat 4 suara.

Taslim berjanji akan memaksimalkan peran seluruh anggota pengurus FKUB Jateng, apalagi sebagian besar diantara mereka adalah para tokoh-tokoh senior yang memiliki kapasitas, pengalaman panjang dan kompetensi dalam berbagai aktivitas yang bermuara pada pengabdian masyarakat.

“Dengan mengoptimalkan mereka, maka tugas berat FKUB akan terasa ringan dan lancar. Semoga program-program FKUB Jateng lima tahun kedepan berjalan dengan baik,” ucap Taslim, Jumat (4/1).

Dosen Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang itu optimis, berbekal pengalamanya menjadi sekretaris dalam satu periode mendampingi Prof Dr  KH Mudjahirin Thohir,MA cukup mengenali seluk beluk, problem dan potensi menjaga kerukunan umat beragama di Jateng bersama-sama dengan tokoh lintas agama, pemerintah dan masyarakat.

ads

“Faktor komunikasi dan kepercayaan (trust) menjadi kunci utama dalam memelihara kerukunan antar umat beragama di Jateng. Inilah yang akan terus kita pelihara,” ungkapnya.

Masih menurut Taslim, FKUB  sebagai lembaga yang mengemban misi memelihara harmonisasi antar umat beragama di tanah air sangat bersih dari berbagai kepentingan politik, sehingga dijamin tidak adalah konflik-konflik interest antar pengurus.

“Kami-kami sangat faham dan tahu bahwa misi yang diemban ini sangat berat namun mulia. Berbagai perbedaan yang ada akan selalu bersama-sama dipelihara agar jangan sampai menjadi sumber pertentangan antar umat yang berlainan agama,” pungkasnya. (af/dnl).