- iklan atas berita -

Metro Times (Semarang) Aliansi Remaja Tiga Masjid yang menolak karaoke liar di dekat Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) mengapresiasi langkah sigap Pemkot Semarang. Pasalnya, sebelum aksi digelar, Salpol PP sudah melakukan penyegelan terhadap karaoke tersebut.

Menurut informasi, terdapat 16 karaoke yang disegel pada Selasa (16/7) malam. Karaoke-karaoke itu tersebar di beberapa titik berbeda. Namun masih dalam satu kawasan di Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari.

“Kami menghargai dan mengapresiasi adanya langkah cepat dari Pemkot. Bahkan penyegelan dilakukan sebelum kami menggelar aksi,” ujar Aksan Fauzi selaku Koordinator Aksi, Rabu (17/7).

Meskipun begitu, ia mengaku bakal terus menjalankan agenda aksi. Sebab, kata Ahsan, langkah pemerintah baru melakukan penyegelan. Apalagi, berdasarkan pengamatannya, masih ada beberapa karaoke yang terlewat disegel.

ads

“Tadi saya juga lihat ke lapangan, kroscek langsung, ternyata ada beberapa karaoke yang masih tersisa. Jadi karaoke yang di bagian utara masih ada beberapa yang belum disegel,” bebernya.

Bahkan, imbuh Ahsan, ada sebagian gedung karaoke yang masih proses pembangunan. “Dan lebih tragis lagi, saya lihat sampingnya disegel, sampingnya ada proyek pengerjaan finishing calon gedung karaoke. Tadi lagi pengecatan dan pemasangan soundsisten,” ucapnya.

Selain itu, di depan lokasi pembangunan karaoke itu juga terdapat pondasi. Menurut informasi dari para pekerja, pondasi tersebut juga merupakan bakal tempat karaoke.

Ahsan menjelaskan, terkait agenda rangkaian aksi. Hari ini dimulai pembubuhan tanda tangan petisi di kain mori sepanjang 10 meter di tiga titik masjid (MAJT, MAS dan Baiturrahman), sekaligus pemasangan surat terbuka untuk Walikota Semarang. Kemudian, besok Jumat (19/7) istighosah dan doa bersama, puncaknya besok Senin (22/7) penyerahan petisi ke Walikota Semarang, Hendrar Prihadi.

Salah satu pekerja, Ian, yang merupakan warga Tanah Mas menjelaskan, dirinya hanya menjalankan tugas dari bosnya. Ian dipercayai menggarap mebel dan desain saundsistem. yang bakal dipasang di dalam room-room.

“Saya cuma ditugasi mbuat ini. Masalah bangunan di sebelahnya sudah disegel atau bagaimana, bukan urusan saya. Saya cuma pekerja,” ucapnya. (af/dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!